Disertasi
Pengaruh strategi peer teaching dan self-regulated learning terhadap hasil belajar / Megawati Rusli
Abstrak
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah memungkinkan setiap orang untuk belajar lebih banyak lagi. Kemajuan tersebut membuat informasi menjadi mudah dijangkau dan setiap orang dapat belajar tanpa terbatas pada ruang dan waktu. Pebelajar sekarang yang akrab dengan teknologi telah menjadi pencari informasi yang aktif dan mandiri. Selain itu mereka juga terbiasa belajar dari pebelajar lainnya. Melalui interaksi mereka mereka saling bertukar informasi dan membangun pengetahuannya masing-masing. Interaksi di antara sesama pebelajar menjadi bagian yang penting dalam proses belajar. Dengan fenomena yang ada ini diperlukan suatu strategi pembelajaran yang dapat mengakomodasi cara belajar pebelajar masa kini. Salah satunya adalah strategi pembelajaran peer teaching. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh strategi peer teaching terhadap hasil belajar pemahaman konsep. Sebagaimana teori ilmu pembelajaran merumuskan bahwa hasil belajar ditentukan oleh metode pembelajaran dan kondisi pembelajaran maka penelitian ini ingin menguji apakah keefektifan strategi peer teaching terhadap hasil belajar itu dipengaruhi oleh interaksinya dengan self-regulated learning. Jika tidak ada interaksi maka strategi peer teaching dapat diaplikasikan tanpa mempertimbangkan self-regulated learning pebelajar. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan faktorial 2 x 2. Subjek penelitian adalah 57 mahasiswa kelas Homiletika di STT SAAT Malang yang dikelompokkan ke dalam kelas eksperimen 28 orang dan kelas kontrol 29 orang. Variabel-variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas variabel moderator variabel terikat dan variabel kontrol. Variabel bebas adalah strategi pembelajaran yang berkategori dua yaitu strategi peer teaching dan metode ceramah. Variabel moderator adalah Self-Regulated Learning (SRL) yang berkategori dua yaitu SRL tinggi dan SRL rendah. Variabel terikat adalah hasil belajar. Variabel-variabel yang perlu dikontrol adalah kemampuan awal subjek penelitian tingkat SRL subjek penelitian kemampuan dosen cakupan materi kuliah perangkat perkuliahan media perkuliahan alokasi waktu waktu pelaksanaan perkuliahan dan instrumen hasil belajar. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah instrumen Self-Regulated Learning dan instrumen hasil belajar. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik ANOVA. Pengujian hipotesis nol dilakukan pada taraf signifikansi 5% (a 0 05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan yang signifikan pada nilai rata-rata hasil belajar pemahaman konsep antara mahasiswa yang dibelajarkan dengan strategi peer teaching dan mahasiswa yang dibelajarkan dengan metode ceramah (2) tidak ada perbedaan yang signifikan nilai rata-rata hasil belajar pemahaman konsep antara mahasiswa yang memiliki SRL tinggi dan SRL rendah (3) tidak ada interaksi antara strategi peer teaching dan SRL terhadap hasil belajar pemahaman konsep pebelajar. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa strategi peer teaching menjadi strategi pembelajaran yang lebih unggul dibandingkan dengan metode ceramah. Namun karena tidak ada interaksi antara strategi peer teaching dan SRL terhadap hasil belajar maka pengaplikasian strategi peer teaching tidak memerlukan untuk terlebih dahulu mengukur tingkat SRL pebelajar.