Disertasi
Pengaruh blended learning menggunakan video conference terhadap keterampilan mengajar ditinjau dari minat mahasiswa menjadi guru / Hadi Soekamto
Abstrak
Keterampilan mengajar merupakan capaian akhir yang harus dikuasai para lulusan dari lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK). Untuk mencapai standar kompetensi lulusan tersebut diperlukan proses perkuliahan yang memadai. Sejak 5 tahun terakhir banyak perguruan tinggi yang menerapkan sistem perkuliahan secara blended learning. Sistem perkuliahan secara campuran (blended) yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mengajar diperlukan upaya tidak sekadar melaksanakan perkuliahan biasa secara daring namun perlu dirancang sedemikian rupa agar supaya hasilnya maksimal. Oleh sebab itu maka diperlukan penelitian yang berusaha menemukan sistem atau model perkuliahan yang mampu menghasilkan luaran yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan 1) adanya pengaruh penerapan blended learning menggunakan video conference terhadap keterampilan mengajar mahasiswa 2) adanya pengaruh minatnya menjadi guru terhadap keterampilan mengajar mahasiswa dan 3) adanya pengaruh interaksi antara penerapan blended learning menggunakan video conference dan minatnya menjadi guru terhadap keterampilan mengajar mahasiswa. Penelitian ini dirancang menggunakan penelitian quasy experiment dengan posttest only control group design. Subjek penelitian dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberi perlakuan berupa sistem perkuliahan blended learning menggunakan video conference sedang kelompok kontrol disajikan perkuliahan blended learning tanpa menggunakan video conference. Penelitian ini dilakukan terhadap mahasiswa yang sedang menempuh mata kuliah kemampuan dasar mengajar geografi pada semester genap tahun kuliah 2018/2019. Keterampilan dasar mengajar diukur menggunakan tes performance atau uji keterampilan dengan berpedoman pada rubrik penilaian keterampilan mengajar. Minat mahasiswa menjadi guru diukur menggunakan angket minat menjadi guru yang dikembangkan sendiri oleh peneliti. Data penelitian yang sudah terkumpul dianalisis menggunakan statistik inferensial two-way ANOVA. Hasil penelitian ini menyimpulkan sebagai berikut. Pertama penerapan blended learning menggunakan video conference terbukti secara signifikan berpengaruh terhadap keterampilan mengajar mahasiswa. Hal ini disebabkan karena penggunaan video conference selama pembelajaran online sinkron dapat meningkatkan interaksi secara personal antara pengajar dan peserta didik. Disamping itu melalui video conference keterlibatan mahasiswa dalam proses perkuliahan menjadi lebih optimal sehingga hasil belajar berupa keterampilan mengajar mahasiswa menjadi lebih baik pula. Kedua bahwa minat mahasiswa menjadi guru terbukti secara signifikan berpengaruh terhadap keterampilan mengajar mahasiswa. Ini disebabkan minat menjadi guru dapat menjadi faktor pendorong bagi mahasiswa untuk tertarik dan menyenangi materi perkuliahan yang berkaitan dengan belajar mengajar sehingga keterampilan mengajar mahasiswa semakin baik. Sedang temuan yang ketiga bahwa interaksi antara penerapan blended learning menggunakan video conference dan minat mahasiswa menjadi guru tidak terbukti berpengaruh terhadap keterampilan mengajar mahasiswa. Hal ini disebabkan karena kelompok minat menjadi guru sedang dan tinggi tidak berbeda keterampilan mengajarnya sehingga secara akumulatif ketiga kelompok minat (rendah sedang dan tinggi) secara meyakinkan tidak berbeda keterampilan mengajarnya. Bagi mahasiswa yang memiliki minat menjadi guru rendah pada dasarnya tidak terpengaruh oleh apapun strategi pembelajaran yang dilaluinya sedangkan bagi mahasiswa yang berada pada kelompok sedang dan tinggi penerapan strategi pembelajaran yang menantang dan inovatif dapat menjadi faktor pendukung terhadap intensitas proses pembelajaran sehingga hasilnya menjadi lebih baik.