Skripsi
Pelaksanaan pembinaan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan klas iia Malang / Fenti Nur Aulia Imansari
Abstrak
Lembaga pemasyarakatan atau yang disebut dengan LP / Lapas merupakan institusi dari sub sistem peradilan pidana yang mempunyai fungsi strategis sebagai pelaksanaan pidana penjara dan tempat pembinaan bagi narapidana. Lapas sebagai tempat pembinaan terhadap para narapidana diharapkan dapat berfungsi sebagaimana mestinya sehingga dapat menanggulangi volume kejahatan dalam masyarakat. Penelitian ini dilakukan agar mengetahui pelaksanaan pembinaan narapidana di lapas agar menjadi manusia yang bermanfaat dan produktif saat kembali ke masyarakat. Selain itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor penghambat yang dihadapi lapas dalam melakukan pembinaan narapidana dan faktor pendukung dalam pelaksanaan pelaksanaan pembinaan di lapas agar narapidana tidak mengulangi tindak pidana yang kedua kalinya. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan bentuk-bentuk pembinaan narapidana di Lapas Klas IIA Malang menjelaskan pelaksanaan kegiatan pembinaan narapidana di Lapas Klas IIA Malang dan mendeskripsikan faktor penghambat serta faktor pendukung dalam pelaksanaan pembinaan narapidana di Lapas Klas IIA Malang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yakni untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang ada baik fenomena yang bersifat alamiah ataupun rekayasa manusia serta untuk mengetahui fakta-fakta dari suatu gejala yang ada sehingga dapat diketahui bagaimana Pelaksanaan Pembinaan Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Malang. Sumber data penelitian adalah informan peristiwa dan dokumen. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara observasi dan dokumentasi. Adapun fokus penelitiannya yakni mengenai pelaksanaan pembinaan di lapas dalam memberikan pembinaan bagi narapidana. Pengecekan keabsahan data yang dipilih adalah triangulasi dan ketekunan pengamatan. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan yakni bentuk-bentuk pembinaan yang diberikan kepada narapidana oleh Lapas Klas IIA Malang adalah pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian. Pembinaan kepribadian meliputi (1) tahap admisi orientasi. (2) Pembinaan rohani atau keagamaan. (3) Pembinaan intelektual. (4) Pembinaan kesenian. (5) Pembinaan jasmani dan olahraga dan (6) Tahap integrasi. Sedangkan program pembinaan kemandirian meliputi (1) pembinaan di bidang memasak. (2) Pembinaan di bidang budidaya ikan. (3) Pembinaan di bidang menjahit. (4) Pembinaan di bidang bakery dan (5) Pembinaan di bidang hidroponik Dalam pelaksanaan kegiatan pembinaan narapidana di Lapas Klas IIA Malang meliputi 3 (tiga) tahap yakni tahap awal tahap lanjutan dan tahap akhir Faktor penghambat dalam pelaksanaan pembinaan narapidana antara lain (1) Pembinaan di bidang intelektual yaitu sarana ruang kelas yang terbatas dan tidak luas keterbatasan fasilitas dalam pembelajaran secara daring terbatasnya buku sebagai sumber belajar narapidana. (2) Pembinaan di bidang kesenian yaitu guru atau pelatih kesenian tidak dapat melaksanakan kegiatan di dalam lapas karena pandemi. (3) Pembinaan di bidang kemandirian yaitu banyak narapidana yang tidak memiliki bakat atau keterampilan sulitnya memasarkan produk hasil kerja narapidana dan narapidana seringkali merasa bosan serta malas Faktor pendukung yang dilakukan dalam pelaksanaan pembinaan narapidana antara lain (1) Bidang intelektual yaitu pembinaan di bidang intelektual kegiatan pembelajarannya dilaksanakan secara bergantian pada hari selasa dan rabu selama pembelajaran secara daring lapas memfasilitasi narapidana komputer untuk proses pembelajaran dan Lapas Klas IIA Malang bekerjasama dengan Perpustakaan Kota Malang dan Universitas Muhammadiyah Malang dalam menyediakan sumber bacaan bagi narapidana. (2) Bidang kesenian yaitu lapas menyediakan sarana dan prasarana musik yang lengkap dan lapas menyediakan laptop dan LCD Projector untuk digunakan pelatihan pembinaan secara virtual. (3) Bidang kemandirian yaitu lapas bekerjasama dengan pihak ketiga dalam memberikan pembinaan kepada narapidana agar memiliki kemampuan dan bakat dalam bidang tertentu memasarkan hasil produk narapidana di dalam dan luar lapas memberikan reward dan punishment agar narapidana tidak malas dan bosan.