Tesis
Kesadaran metakognitif peserta didik kelas xi ips sma negeri 8 malang dalam mengkritik dokumentasi video karya seni rupa instalasi / Bunga Paramita
Abstrak
Kurikulum 2013 mengaitkan bahwa kemampuan metakognitif merupakan alat ukur dalam proses pencapaian kualitas hasil belajar oleh peserta didik jenjang menengah. Kesadaran metakognitif harus dibangun dengan maksimal disetiap mata pelajaran termasuk pelajaran Seni Budaya bidang Seni Rupa. Kritik seni juga merupakan salah satu materi yang ada pada mata pelajaran Seni Budaya Seni Rupa di jenjang SMA kelas XI. Kritik seni yang diterapkan yaitu pada karya seni instalasi. Karya seni instalasi ini cocok untuk dijadikan pembelajaran kritik seni karena keterlibatan peserta didik dalam mengamati untuk mengeksplore bahan belajarnya dan berpikir tentang memberikan ulasan pada karya instalasi. Pada buku paket Seni Rupa kelas XI di SMA Negeri 8 Malang yaitu tidak adanya latihan membuat karya kritik beserta contohnya untuk peserta didik. Sehingga fenomena ini menunjukkan bahwa peserta didik mengalami kesalahan dalam meregulasi kemampuan metakognitifnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan kesadaran metakognitif peserta didik dan untuk mendeskripsikan tahapan kritik melalui dokumentasi video karya seni. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang disajikan dalam bentuk pendapat ungkapan dan gagasan denganmendeskripsikan sejumlah fenomena yang terjadi dalam pembelajaran. Teknik pengumpulan data melalui pengamatan wawancara secara online dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif dari Miles Huberman dan Saldana yaitu data collection data condensation data display dan conclusion. Sumber data yang diperoleh melalui hasil belajar 6 peserta didik pada kompetensi 3.4 yaitu tuntasnya sketsa analisis karya instalasi. Data yang diperoleh berdasarkan deskripsi dari kesadaran metakognitif peserta didik dan tahapan kritik seni instalasi dari dokumentasi video. Hasil dari penelitian ini yaitu kesadaran metakognitif peserta didik dapat dilihat melalui hasil belajar kritik seni instalasi yang sesuai dengan komponen metakognitif yaitu tahap 1) planning 2) controlling dan 3) evaluation. Peserta didik menjabarkan karya seni instalasi melalui sketsa analisis yang meliputi kolom menerapkan memasang dan menggabungkan. Setelah hasil sketsa analisis selesai selanjutnya tahapan kritik seni instalasi dapat dilakukan sesuai dengan teori Edmund B. Feldman. Terdapat 4 tahapan yaitu 1) deskripsi 2) analisis formal 3) interpretasi dan 4) evaluasi. Peserta didikdapat menuliskan sketsa analisis dan 4 tahapan kritik dengan baik juga dapat mengeksplorasi gagasan-gagasan saat mengulas karya instalasi yang dipilih.Melalui mengulas karya seni instalasi dapat membantu peserta didik dalam menyadari kemampuan metakognitifnya menggali informasi tentang judul karya seniman penciptanya hingga bagaimana proses berkarya melalui cara berfikir mereka sendiri.