Tesis
Pengaruh model pembelajaran non directive dan Problem Based Learning (PBL) terhadap pemahaman dan penalaran nilai-nilai pancasila mahasiswa Universitas Negeri Malang / Arafiah Nurmita
Abstrak
Pemahaman dan penalaran erat kaitannya dengan kemampuan berpikir kritis terutama pada mahasiswa untuk menarik kesimpulan tentang gagasan dan pemecahan masalah suatu peristiwa. Kegiatan pemahaman dan penalaran diperlukan dalam proses perkuliahan khususnya pada matakuliah Pendidikan Pancasila dimana mahasiswa berperan untuk menganalisis suatu kasus yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kemudian menentukan solusi alternatif pemecahan masalah baik secara individu ataupun kelompok. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan (1) menambah wawasan tentang pengaruh model pembelajaran Non Directive dan Problem Based Learning (PBL) terhadap pemahaman dan penalaran nilai-nilai Pancasila (2) sebagai acuan metode perkuliahan di kelas yang inovatif sehingga tidak membosankan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan eksperimen semu (quasi experiment) yang dirancang pada kelas eksperimen dan kontrol kemudian diberi perlakuan berbeda. Perlakuan kelompok kelas eksperimen dengan model pembelajaran Non Directive dan Problem Based Learning (PBL) namun pada kelas kontrol belajar secara konvensional rdquo . Data dikumpulkan dari hasil pretest dan posttest menggunakan soal subyektif tentang penalaran nilai-nilai Pancasila yang dianalisis secara uji-t sedangkan perkuliahan di kelas dengan soal pemahaman Pancasila yang dikerjakan secara individu dan kelompok. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis pada uji t Paired Samples Test terdapat tiga kesimpulan. Pertama pada kelas eksperimen Non Directive mengalami peningkatan nilai rata-rata posttest 76 71 yang sebelumnya pretest hanya 62 14. Begitupun kelas eksperimen Problem Based Learning (PBL) dengan nilai pretest 58 75 meningkat pada posttest menjadi 78 19. Kedua pada kelas kontrol adanya peningkatan nilai rata-rata dari pretest 61 21 menjadi 76 90. Ketiga nilai signifikansi uji t khususnya hasil post-test kelas ekperimen dan kontrol adalah 0 000 lt 0 05 maka disimpulkan bahwa adanya peningkatan yang signifikan terhadap hasil test penalaran nilai-nilai Pancasila. Analisis data pada uji t Independent Samples Test pada perkuliahan yang menggunakan model pembelajaran Non Directive dan Problem Based Learning (PBL) serta Konvensional tanpa penerapan model pembelajaran dalam mata kuliah Pendidikan Pancasila adalah sama atau tanpa ada pengaruh yang signifikan. Output independent samples t-test menunjukkan hasil nilai sig. (2-tailed) sebesar 0 930 dan 0 574 gt 0 05. Saran untuk penelitian selanjutnya di kelas mahasiswa secara offline atau tatap muka di matakuliah Pendidikan Pancasila khususnya di kampus Universitas Negeri Malang perlu menerapkan beberapa model pembelajaran selain Non Directive dan Problem Based Learning (PBL) untuk menumbuhkan motivasi belajar mahasiswa agar lebih aktif dan tidak merasa jenuh atau bosan ketika proses perkuliahan di kelas.