Skripsi
Pengaruh greenwash terhadap green trust melalui green consumer confusion dan consumer perceived risk pada produk AMDK galon sekali pakai merek le minerale berlabel eco 100% recyclable (studi pada followers official account instagram lembaga swadaya masyarakat greenpeace Indonesia greenpeaceid). / Julia Nurul Alifah
Abstrak
Alifah Julia Nurul. 2021. Pengaruh Greenwash terhadap Green Trust melalui Green Consumer Confusion dan Consumer Perceived Risk pada Produk AMDK Galon Sekali Pakai Merek Le Minerale Berlabel ECO 100% Recyclable (Studi pada Followers Official Account Instagram Lembaga Swadaya Masyarakat Greenpeace Indonesia greenpeaceid). Skripsi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Handri Dian Wahyudi S.Pd. S.E. M.Sc. Kata Kunci Greenwash Green Consumer Confusion Green Perceived Risk Green Trust. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan termasuk pada penelitian eksplanatori atau asosiatif. Variabel dalam penelitian ini yaitu greenwash green consumer confusion green perceived risk dan green trust. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengaruh variabel greenwash terhadap green consumer confusion green perceived risk dan green trust. Objek penelitian ini berfokus pada produk AMDK galon sekali pakai merek Le Minerale dengan responden yakni followers official account Instagram Lembaga Swadaya Masyarakat Greenpeace Indonesia greenpeaceid. Sampel yang diperoleh sebanyak 275 orang menggunakan metode convenience sampling dengan teknik non probability sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner dengan 21 item pernyataan yang diukur menggunakan skala likert. Pengelolaan data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data variance-based SEM atau partial least sequare (SEM-PLS) dengan aplikasi WarpPLS 7.0. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa greenwash berpengaruh positif dan signifikan terhadap green consumer confusion dan green perceived risk. Sementara greenwash green consumer confusion dan green perceived risk berpengaruh negatif dan signifikan terhadap green trust. Selain itu penelitian ini juga menemukan bahwa green consumer confusion dan green perceived risk memediasi hubungan negatif antara greenwash dan green trust. Maka dapat disimpulkan bahwa greenwash tidak hanya berdampak negatif secara langsung terhadap green trust tetapi juga secara tidak langsung berpengaruh negatif melalui green consumer confusion dan green perceived risk. Penelitian ini menyarankan bahwa perusahaan harus mengurangi praktik greenwash mereka untuk meningkatkan green trust atau kepercayaan (hijau) konsumen. Jika perusahaan ingin mengurangi hubungan negatif antara greenwash dan green trust maka perusahaan perlu mengurangi green consumer confusion dan green perceived risk. Dengan kata lain ketika perusahaan dapat meminimalkan green consumer confusion dan green perceived risk yang dirasakan konsumen maka keandalan produk ramah lingkungan akan dipercaya konsumen.