Skripsi
Persepsi guru UKS terhadap penanganan dan pencegahan penyebaran covid-19 berdasarkan teori health belief model (studi kasus di SMA Negeri 8 Malang) / Adefta Komara
Abstrak
Beredarnya virus terbaru yang disebut COVID-19 pertama kali teridentifikasi di Wuhan China pada bulan Desember 2019 dan kemudian melanda di Indonesia pada bulan Maret 2020. Berdasarkan data satgas COVID-19 terdapat 45 888 kasus ditemukan pada anak SMA yang terdampak virus COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk membahas persepsi Guru Pembina UKS SMA Negeri 8 Malang dalam penanganan dan pencegahan virus COVID-19 berdasarkan teori Health Belief Model yang terdiri dalam 5 dimensi yaitu Perceived susceptibility perceived severity perceived barriers perceived benefits dan cues to action.. Penelitian ini menggunakan 5 Informan yaitu Guru pembina UKS. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagiab besar informan merasa rentan mengalami keparahan terpapar virus COVID-19 jika tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik Sebagian besar informan merasa rentan terhadap suatu ancaman ketika virus COVID-19 menyebar di lingkungan sekolah manfaat dari penerapan perilaku sehat dirasakan oleh Sebagian besar informan bahwa ketika melakukan protokol kesehatan dapat meningktakan sistem imun tubuh dan mental masing-masing individu Sebagian besar informan terdorong melakukan perilaku kesehatan melalui media social media cetak dan Platform yang tersebar di berbagai tempat.