Skripsi
Peran pemerintah Kota Malang dalam upaya melestarikan kesenian tari Topeng Malangan / Rokhana Ayu Ningrum
Abstrak
ABSTRAK Ningrum Rokhana Ayu. 2020. Peran Pemerintah Kota Malang Dalam Upaya Melestarikan Kesenian Tari Topeng Malangan. Skripsi Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs.Nur Wahyu Rochmad M.Pd M.Si. Pembimbing. (2) Siti Awaliyah S.Pd M.Hum Kata kunci peran pemerintah faktor pendukung dan penghambat tari topeng Malangan Kekayaan kesenian Indonesia yang sangat beragam menuntut untuk pelestarian pengembangan perlindungan dan pemanfaatan seni dan budaya tersebut sehingga untuk menghadapi permasalah tersebut dapat menyelesaikannya tidak hanya diperlukan peran salah satu pihak saja. Diperlukan sinergitas yang tinggi dan saling percaya antar pribadi swasta stakeholder masyarakat sekitar merupakan pihak-pihak yang secara inti dapat mendukung keberadaan seni di Indonesia. Dalam hal ini ang kemudian membuat peran pemerintah semakin dibutuhkan dalam menjaga sinergitas antara beberapa pihak tersebut selain sebagai fasilitator dan pendukung proses pelestarian dan pengembangan seni budaya daerah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan peran pemerintah Kota Malang dalam upaya melestarikan kesenian tari topeng malangan. Selanjtnya untuk mengetahui dan memdiskripsikan factor pendukung dan penghambat pemerintah Kota Malang dalam upaya melestarikan kesenian tari topeng malangan. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Terdapat informan penelitian yaitu pihak pemerintah daerah dan warga Kota Malang. Proses analisis data dilakukan mulai dari pengumpulan data reduksi data display data dan terakhir penarikan kesimpulan. Penelitian ini memperoleh hasil mengenai pemerintah kota Malang memiliki peran penting dalam melestarikan kesenian tari topeng malangan. Adapun diantaranya adalah 1) Menjadikan topeng malangan sebagai icon kota malang 2) membuat event tari topeng malangan atau menampilkan tari topeng dalam setiap kegiatan 3) mendaftarkan tari topeng malangan ke Unesco sebagai warisan budaya dunia dan membuat tempat wisata khusus kesenian tari topeng malangan. Pemanfaatan media massa sebagai wahana penyebaran informasi adanya pendanaan yang memadai dan adanya rasa kecintaan masyarakat terhadap budaya local sedangkan faktor penghambat Pemerintah Kota Malang dalam upaya melestarikan kesenian Tari Topeng Malangan yaitu kurangnya fasilitas sanggar seni pekerjaan para anggota tidak adanya pementasan yang mengundang untuk tampil ke luar dan keikutsertaan menjadi anggota. Saran yang dapat penulis rekomendasikan dalam penelitian ini adalah ditujukan kepada (1) bagi pemerintah untuk lebih memperhatikan keberadaan kesenian Tari Topeng Malangan yang ada dalam masyarakat dengan memberikan dukungan dana dan mengadakan festival-festival kesenian tradisional secara rutin guna mendukung usaha pelestarian kesenian oleh kelompok kesenian khusunya Tari Topeng. (2) bagi beberapa anggota Sanggar Seni Topeng Malang ldquo Asmorobangun untuk bisa lebih mengatur waktu antara pekerjaan dan organisasi agar pekerjaan tidak terganggu dan tetap bisa mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada dalam kelompok Sanggar Seni Topeng seperti latihan rutin pementasan dan pertemuan rutin.