Skripsi
Pengaruh komunikasi Orang tua terhadap pembentukan sikap sosial Remaja di Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo / RESTY FASA AMALIA
Abstrak
Komunikasi memiliki peranan penting dalam membentuk hubungan antara seseorang dengan orang yang lain. Hal itu terjadi karena komunikasi sebagai perantara terbentuknya interaksi dan sosialisasi dalam melakukan segala aktivitas kehidupan. Pada kajian ini peneliti berfokus pada komunikasi yang dilakukan oleh orang tua kepada anak yang memasuki usia remaja. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui seberapa besar pengaruh komunikasi verbal orang tua terhadap pembentukan sikap sosial remaja (2) mengetahui seberapa besar pengaruh komunikasi nonverbal orang tua terhadap pembentukan sikap sosial remaja (3) mengetahui seberapa besar pengaruh komunikasi sosial orang tua terhadap pembentukan sikap sosial remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda. Jumlah populasi pada penelitian ini yakni sebanyak 6.143 remaja. Pemilihan sampel menggunakan teknik cluster sampling dengan subjek penelitiannya adalah remaja berusia antara 15-24 tahun sebanyak 98 responden. Peneliti menggunakan seluruh sampel yaitu 98 remaja untuk menentukan seberapa besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikatnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga variabel bebas berpengaruh terhadap pembentukan sikap sosial remaja. berdasarkan hasil uji hipotesis menunjukkan (1) komunikasi verbal orang tua memiliki pengaruh terhadap pembentukan sikap sosial remaja dengan nilai thitung 2 180 gt ttabel 1 985 dengan probabilitas signifikan sebesar 0 032 lt 0 05 (2) komunikasi nonverbal orang tua memiliki pengaruh terhadap pembentukan sikap sosial remaja dengan nilai thitung 2 572 gt ttabel 1 985 dengan probabilitas signifikan sebesar 0 012 lt 0 05 (3) komunikasi sosial orang tua memiliki pengaruh terhadap pembentukan sikap sosial remaja dengan nilai thitung 2 040 gt ttabel 1 985 dengan probabilitas signifikan sebesar 0 044 lt 0 05. Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh kesimpulan bahwa seluruh variabel bebas dalam penelitian ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikatnya baik hasil uji secara simultan maupun parsial. Variabel bebas penelitian ini meliputi komunikasi verbal orang tua (X1) komunikasi nonverbal orang tua (X2) dan komunikasi sosial orang tua (X3). Sedangkan variabel terikatnya yaitu pembentukan sikap sosial remaja (Y). Saran bagi orang tua agar membentuk komunikasi yang lebih intens kepada remaja baik secara verbal nonverbal maupun komunikasi sosial seperti saling terbuka saat berbicara menceritakan tentang masalah yang dihadapi untuk menemukan solusi dan lain sebagainya. Saran bagi remaja yaitu agar dapat mengimplementasikan segala bentuk komunikasi yang telah diberikan oleh orang tua dengan cara bertutur kata yang sopan saat berbicara dengan siapapun lawan bicaranya tidak meninggikan suara saat berkomunikasi dan memberikan respon yang baik saat mendengarkan orang lain berbicara. Sedangkan saran bagi masyarakat yakni agar selalu mendorong remaja untuk membentuk komunikasi sosial melalui proses interaksi dan jalinan komunikasi dalam kegiatan sehari-hari. Contohnya seperti memperingatkan remaja jika dalam kegiatannya di lingkungan mengganggu kenyamanan orang lain sehingga remaja tersebut dapat memperbaiki sikapnya tersebut.