Skripsi
Hasil belajar mahasiswa pada praktik pembuatan busana dengan penerapan tutor sebaya dan konvensional di prodi d3 Universitas Negeri Malang / Titin Irzatul Rahmawati
Abstrak
Penelitian ini dilatar belakangi dari input mahasiswa pada jurusan Tata Busana itu beragam ada yang berasal dari lulusan SMA atau MA dan SMK Tata Busana. Perbedaan latar belakang tersebut menyebabkan perbedaan kemampuan motorik dari kedua input tersebut. Mahasiswa dari lulusan SMK Tata Busana biasanya lebih terampil dibandingkan dengan mahasiswa dari lulusan SMA atau MA. Mata kuliah Teknik Pembuatan Busana II (TPB II) merupakan mata kuliah praktik yang memiliki standar kompetensi yaitu membuat busana wanita dan busana pria dengan teknik penyelesaian tingkat madya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar praktik pembuatan busana mahasiswa D3 dengan penerapan tutor sebaya dan konvensional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa D3 Tata Busana angkatan Tahun 2018 yang berjumlah 24 mahasiswa. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampling jenuh yaitu semua populasi digunakan menjadi sampek. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif dengan presentase. Berdasarkan hasil penelitian dan perhitungan dapat diketahui bahwa hasil belajar dengan penerapan tutor sebaya memperoleh nilai rata-rata pada tiga aspek penilaian sebesar 79 4 sedangkan hasil belajar dengan pererapan konvensional memperoleh nilai rata-rata pada tiga aspek penilaian sebesar 77 7. Nilai rata-rata dari kedua model pembelajaran tersebut dikonversikan memperoleh nilai B walaupun pada konversi skornya sama-sama memperoleh nilai B akan tetapi hasil belajar dengan penerapan tutor sebaya memperoleh nilai rata-rata lebih tinggi daripada hasil belajar dengan penerapan konvensional. Disarankan 1) dosen di jurusan TI sebagai bahan pertimbangan penggunaan model pembelajaran untuk mengajar khususnya pada kelas praktik sebab pada penelitian ini model pembelajaran tutor sebaya memperoleh nilai rata-rata cukup baik daripada dengan penerapan model pembelajaran konvensional 2) peneliti selanjutnya diperlukan untuk meneliti lebih lanjut tentang hasil belajar dengan model pembelajaran yang lain.