Skripsi
Identifikasi bahaya dan risiko gejala occupational dermatosis pada pekerja pabrik pemotongan unggas menggunakan metode hira (hazard identification and risk assessment) di pt. x kota jombang / Nisa Assifa Hakiki
Abstrak
Occupational dermatosis merupakan penyakit kulit akibat kerja yang paling banyak pada pekerja yang disebabkan oleh paparan kulit dengan zat alergen dan paparan tersebut berasal dari lingkungan hidup. Data dari Kemenkes (2018) sebanyak 26 74% penduduk yang bekerja di Indonesia mempunyai keluhan kesehatan seperti penyakit kulit merupakan salah satu dari 10 penyakit teratas yang berkaitan dengan pekerjaan. Penyakit akibat kerja salah satunya yaitu penyakit kulit seperti dermatosis sebesar 92 5%. Adanya potensi faktor risiko gejala dermatosis pada pekerja pabrik peneliti melakukan identifikasi bahaya dan risiko penyakit akibat kerja menggunakan metode HIRA (Hazard Identification and Risk Assessment). Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 10 orang pekerja yang memenuhi syarat inklusi salah satunya yaitu adanya gejala dermatosis. Analisis data menggunakan uji spearmen correlation. Hasil yang didapatkan yaitu jenis kelamin tingkat pendidikan dan waktu kerja adanya hubungan dengan penilaian bahaya dan risiko dengan signifikansi 0 001 sedangkan usia tidak ada hubungan. Tingkat bahaya di pabrik pemotongan unggas PT. X Kota Jombang berada pada tingkat risiko sedang sedangkan tingkat risiko dan level risiko kecelakaan kerja berada pada risiko ekstrim yang mengakibatkan 10 pekerja terkena penyakit. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu pentingnya mengetahui bahaya dan risiko di pabrik pemotongan unggas yang dapat menyebabkan penyakit kulit.