Skripsi
Evaluasi kesesuaian lahan untuk tanaman teh dengan metode multi criteria evaluation (mce) di Kecamatan Gucialit Kabupaten Lumajang Jawa Timur / Mashuril Ilmi
Abstrak
Evaluasi lahan merupakan salah satu kegiatan yang dalam prosesnya menduga kelas kesesuaian lahan dan potensi lahan untuk penggunaan tertentu baik untuk pertanian maupun non pertanian (Djaenudin 2003 2). Evaluasi lahan akan menghasilkan sebuah informasi atau arahan tentang penggunaan lahan yang nantinya diharapkan mampu meningkatkan nilai harapan produksi dengan adanya kegiatan evaluasi lahan makan akan dapat diketahui tingkat kesesuaian lahan serta faktor pembatasnya. Kegiatan evaluasi lahan menurut Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSLDP) (2011) memiliki beberapa sistem mulai dari pendekatan sistem perkalian parameter penjumlahan serta sistem matching atau mencocokkan dalam kegiatan evaluasi lahan pada penelitian ini menggunakan metode Multi Criteria Evaluation pendekatan ini lebih menekankan pada beberapa kriteria yang telah disepakati bersama penentuan nilai dan bobot menggunakan metode AHP et al. (2011) dan Umar (2016) penggunaan metode MCE pada penelitian ini didasarkan pada ketidaksesuaian parameter yang telah ada dengan karakteristik wilayah penelitian asumsi melibatkan pakar dalam penentuan bobot akan menghasilkan parameter yang lebih sesuai hal ini berkaitan dengan pengetahuan pakar tentang karakteristik wilayah penelitian. Penelitian ini menggunakan Metode Multi Criteria Evaluation (MCE) dalam metode ini analisis kesesuaian lahan yang digunakan menggunakan bobot kriteria yang telah disepakati secara bersama penggunaan metode AHP dalam penentuan nilai bobot dan harkat kriteria dengan melibatkan pakar ahli di dalam penelitian ini yang nantinya dapat diasumsikan menghasilkan parameter yang lebih baik dan sesuai dengan karakteristik wilayah penelitian. Hasil penelitian ini terbagi menjadi beberapa identifikasi mulai dari kelas kesesuaian lahan dan dibagi menjadi 4 tahapan lainnya meliputi (1) Identifikasi melalui penginderaan jauh dan sistem informasi geografi (SIG) (2) Identifikasi tekstur tanah dan ph tanah (3) Pengolahan parameter ahp (4) Penerapan MCE (Multi Criteria Elevation) pada masing-masing parameter yang digunakan wilayah penelitian jika dilihat secara geografis memang cocok untuk di tanami tanaman teh tapi yang menjadi fokus penelitian ini untuk keberlajutan tanaman teh yang dihasilkan untuk produksi dengan memperhatikan faktor fisik serta sosialnya di dalam lingkup penghidupan pabrik teh kertowono di Kecamatan Gucialit Kabupaten Lumajang Jawa Timur.