Skripsi
Studi tentang motif batik di rumah industri batik seng Desa Sengguruh Kabupaten Malang / Yazril Tri Mulyana
Abstrak
Rumah Industri Batik Seng sampai saat ini masih memproduksi batik dengan pewarna alam. Terdapat tiga motif yang menjadi unggulan yaitu motif Suwanapada motif Batopel dan motif Kesatria. Ketiga motif tersebut diduga ada kaitannya dengan artefak yang ada di Malang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) Ide gagasan penciptaan motif batik dan hasil visualisasi motif batik di Rumah Industri Batik Seng dan (2) Proses visualisasi motif batik di Rumah Industri Batik Seng. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis dan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini adalah produk batik. Data primer dapat diperoleh melalui wawancara dengan Evi (Ketua Batik Seng) dan data sekunder dapat diperoleh dari dokumentasi melalui foto atau buku penunjang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini peneliti berperan sebagai instrumen utama dalam upaya pengumpulan data di lapangan. Teknik analisis data yang digunakan antara lain yaitu reduksi data sajian data pengecekan keabsahan data dan tahap penyimpulan. Pada tahap pengecekan keabsahan data peneliti melakukan proses triangulasi teknik. Penelitian ini menghasilkan dua tujuan penelitian yang pertama yaitu ide gagasan penciptaan dan hasil visualisasi motif batik. Motif Suwanapada terinspirasi dari gerabah Desa Pagelaran. Pada hasil visualisasi motifnya terdapat unsur garis nyata non geometris dan geometris. Warna yang digunakan ialah coklat tua dan coklat muda. Selain itu motif tersebut memiliki prinsip keseimbangan ritme/irama keselarasan dan kevariasian (emphasis). Motif Batopel terinspirasi dari Topeng Gunung Sari daun kelor dan daun yakon. Pada hasil visualisasi motifnya terdapat unsur garis nyata non geometris dan geometris. Warna yang digunakan ialah coklat tua dan coklat muda. Selain itu motif tersebut memiliki prinsip keseimbangan ritme/irama keselarasan dan kevariasian (emphasis). Motif Kesatria terinspirasi dari Topeng Panji Asmarabangun perisai dan bunga. Pada hasil visualisasi motifnya terdapat unsur garis nyata non geometris dan geometris. Warna yang digunakan ialah coklat tua dan coklat muda. Selain itu motif tersebut memiliki prinsip keseimbangan ritme/irama keselarasan dan kevariasian (emphasis). Warna yang digunakan ialah coklat tua dan coklat Studi Tentang Motif Batik di Rumah Industri Batik Seng Desa Sengguruh Kabupaten Malang Yazril Tri Mulyana Pendidikan Seni Rupa muda. Setiap motif tersebut memiliki prinsip keseimbangan ritme/irama keselarasan dan kevariasian (emphasis). Kedua proses visualisasi yang dilakukan di Batik Seng dapat dibagi menjadi empat bagian yaitu proses menyiapkan alat dan bahan proses pencantingan (pembuatan sketsa nglowongi ngisen-isen nemboki) proses pewarnaan dan proses pelorodan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan mengenai bidang seni batik. Selain itu penelitian ini juga dapat digunakan sebagai referensi untuk mengadakan penelitian sejenis.