Skripsi
Hubungan sosial ekonomi dan sanitasi lingkungan dengan tingkat morbiditas balita di Kelurahan Kotalama Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Reni Lestari
Abstrak
Morbiditas adalah peristiwa sakit yang dapat menganggu aktivitas sehari-hari. Peristiwa morbiditas memiliki kaitan erat dengan mortalitas. Morbiditas merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur derajat kesehatan penduduk. Tahapan usia yang rentan terhadap sakit adalah usia 0-5 tahun (balita) dimana daya tahan tubuh yang dimiliki masih belum terlalu berkembang sehingga lebih rentan terhadap penyakit. Sejak SDKI tahun 2002 dilakukan angka mortalitas balita di Indonesia terus mengalami penurunan. Berdasarkan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 memaparkan bahwa mortalitas balita di Indonesia mencapai 32 per 1.000 kelahiran hidup. Meskipun angka mortalitas balita Indonesia semakin menurun akan tetapi pencapaian ini masih jauh dari target Sustainable Development Goals (SDGs) yang menargetkan angka kematian balita Indonesia yakni 25 per 1.000 kelahiran hidup. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode analisis deskriptif. Variabel penelitian ini terdiri dari variabel sosial (pendidikan ibu perawatan balita) variabel ekonomi (pendapatan keluarga) dan sanitasi lingkungan (penggunaan sumber air bersih pembuangan sampah pembuangan limbah dan kepemilikan MCK). Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat morbiditas balita di wilayah penelitian terkait. Selain itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara variabel sosial ekonomi dan sanitasi lingkungan dengan morbiditas balita. Hubungan sosial ekonomi dan sanitasi lingkungan dengan morbiditas balita diuji dengan menggunakan uji statistik Rank Spearman. Populasi dari penelitian ini adalah ibu balita di wilayah penelitian. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling yakni sampel yang ditentukan memiliki syarat tertentu sebagai sumber informasi. Syarat responden penenlitian yakni ibu balita yang memiliki balita dengan riwayat sakit satu bulan terakhir. Jumlah sampel yang digunakan penelitian ini sebanyak 96 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat morbiditas balita di Kelurahan Kotalama tergolong sedang sebesar 75% dan sisanya 25% tergolong pada morbiditas balita tinggi. Berdasarkan hasil uji statistik Rank Spearman diketahui bahwa variabel sosial (pendidikan ibu) variabel ekonomi (pendapatan keluarga) dan sanitasi lingkungan memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat morbiditas balita. Variabel-variabel tersebut menunjukkan hubungan yang bersifat negatif artinya semakin rendah tingkat pendidikan pendapatan dan kualitas sanitasi lingkungan yang dilakukan maka morbiditas balita akan semakin tinggi. Selain itu variabel perawatan balita menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan pada tingkat morbiditas balita di Kelurahan Kotalama Kecamatan Kedungkandang Kota Malang.