Skripsi
Pengaruh substitusi tepung biji labu kuning (cucurbita moschata) terhadap karakteristik kimia produk boba sebagai alternatif topping minuman tinggi protein dan serat / Alinda Rahmani
Abstrak
Obesitas atau kelebihan berat badan merupakan salah satu faktor risiko penyakit degeneratif. Konsumsi gula berlebih merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya obesitas. Sebesar 11 8% masyarakat Indonesia mengkonsumsi gula dengan jumlah gt 50 gr/orang/hari. kelompok umur dewasa muda ( gt 19 tahun) merupakan proporsi penduduk yang paling banyak mengkonsumsi gula berlebih dengan persentase gt 13%. Biji Cucurbita moschata atau biasa dikenal sebagai labu kuning memiliki kandungan serat protein dan kadar mineral serta antioksidan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi boba dengan substitusi tepung biji labu kuning dan mengetahui kadar protein dan serat yang terkandung di dalamnya dengan harapan dapat meningkatkan asupan serat dan protein harian yang merupakan zat gizi penting dalam tata laksana kejadian obesitas serta sebagai alternatif topping minuman manis yang memiliki nilai gizi lebih. Penelitian merupakan studi eksperimental menggunakan rancangan penelitian acak lengkap (RAL) dengan metode pengulangan sebanyak 2 kali. Hasil Uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan baik dari dari kadar protein dengan p-value 0.001 dan juga kadar serat dengan p-value 0.000 antara boba dengan substitusi tepung biji labu kuning dengan formulasi boba tanpa substitusi tepung biji labu kuning. Semakin tinggi formulasi substitusi tepung labu kuning yang ditambahkan maka semakin besar pula kadar protein dan serat dari boba. Hasil uji karakteristik kimia boba substitusi tepung biji labu kuning menunjukkan bahwa kandungan zat gizi protein dan serat pada boba ini lebih tinggi dibandingkan dengan boba tanpa substitusi tepung biji labu kuning dan boba pasaran. Perlu dikembangkan lebih lanjut terkait dengan uji zat gizi lainnya pada boba dan juga inovasi pangan menggunakan bahan baku biji labu kuning.