Tesis
Pengaruh model pembelajaran learning cycle 5e dengan pendekatan science, technology, engineering and mathematics (stem) terhadap keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa kelas xi MIPA SMA pada materi laju reaksi / Yosep Yuswanto Tri Ananda
Abstrak
RINGKASAN Ananda Yosep Yuswanto Tri. 2021. Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle 5E dengan Pendekatan Science Technology Engineering And Mathematics (STEM) Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Pemahaman Konsep Siswa Kelas XI MIPA SMA Pada Materi Laju Reaksi. Tesis Jurusan Kimia Program Studi Magister Pendidikan Kimia Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. I Wayan Dasna M. Si. M. Ed. Ph. D. (II) Dr. Nazriati M. Si. Kata kunci Learning Cycle 5E STEM laju reaksi keterampilan berpikir kritis pemahaman konsep Keterampilan berpikir kritis harus dimiliki siswa agar dapat beradaptasi di era modern. Siswa yang belajar Kimia mempraktikkan keterampilan berpikir kritis mereka untuk membuat keputusan mengajukan alasan untuk memecahkan masalah dengan mengumpulkan informasi membuat hipotesis dan menganalisis data. Selain itu siswa harus dapat memahami konsep dari materi yang dipelajari sebagai pondasi setiap penerapan materi dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan model pembelajaran Learning Cycle 5E dengan pendekatan STEM berfungsi utnuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa. Kombinasi antara pemberian masalah berbasis kimia dengan tahapan pembelajaran yang terdapat pada Learning Cycle 5E memberi pengalaman belajar yang bermakna untuk siswa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep kemampuan awal dan interaksi antar variabel antara siswa yang dibelajarkan dengan Learning Cycle 5E dengan atau tanpa STEM pada materi laju reaksi. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi experimental yaitu dengan eksperimen faktorial 2x2 variabel yang diteliti mencakup model pembelajaran Learning Cycle 5E dengan atau tanpa STEM pada variabel bebas pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis untuk variabel terikat variabel kontrol antara lain waktu mengajar jumlah pertemuan materi kemampuan mengajar dan alat evaluasi sedangkan variabel moderator yakni kemampuan awal siswa. Subyek penelitian adalah siswa salah satu SMAN di Kota Batu kelas XI MIPA 5 sebanyak 32 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA 3 sebanyak 31 siswa untuk kelas kontrol. Instrumen pengukuran hasil belajar dikembangkan peneliti dan telah divalidasi dengan kategori sangat tinggi reliabilitas tes pemahaman konsep diperoleh hasil sebesar 0 861 dan 0 829 untuk keterampilan berpikir kritis. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan metode parametrik. Uji hipotesis menggunakan bantuan program SPSS 16 for Windows dengan Two Ways Analisys of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep antara siswa yang dibelajarkan dengan Learning Cycle 5E dengan atau tanpa STEM pada materi laju reaksi. Keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa yang dibelajarkan dengan Learning Cycle 5E-STEM lebih baik (mean 81 25 dan 85) dibandingkan dengan siswa yang dibelajrakn dengan Learning Cycle 5E (mean 78 87 dan 82). (2) Terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep antara siswa yang memiliki kemampuan awal berbeda untuk kedua kelas sampel pada materi laju reaksi. Siswa dengan kemampuan awal tingg memiliki skor keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep lebih baik (mean 82 20 dan 86 91) dibandingkan dengan siswa berkemampuan awal rendah (mean 77 93 dan 79 48). (3) Tidak terdapat interaksi antara kemampuan awal berbeda dengan model pembelajaran terhadap keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep untuk kedua kelas sampel pada materi laju reaksi dengan Fhitung lt Ftabel sebesar 2 581 lt 2 76 untuk keterampilan berpikir kritis sedangkan 1 305 lt 2 76 untuk pemahaman konsep dengan signifikansi gt 0 05.