Skripsi
Kepemimpinan supervisor kepala sekolah dalam meningkatkan keterampilan guru mengajar (studi kasus di SLB C Autis Negeri Kedungkandang Kota Malang) / Natasya
Abstrak
Kepala sekolah mempunyai tugas untuk menjalankan kepemimpinannnya di sekolah baik itu yang berhubungan dengan pencapaian tujuan pendidikan maupun menciptakan iklim yang kondusif agar pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dapat berjalan secara efisien dan efektif. Kepala sekolah memegang peranan vital sebagai supervisor dalam membangun atmosfir pendidikan dan memastikan peserta didik tetap mendapatkan pembelajaran bermakna. Kepala sekolah harus bisa mencari solusi atas setiap masalah sehingga guru staf dan siswa merasa nyaman dan siap melaksanakan belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Implementasi kepemimpinan supervisor kepala sekolah dalam meningkatkan keterampilan guru mengajar pada SLB C Autis Negeri Kedungkandang Kota Malang (2) Keterampilan guru dalam mengajar anak berkebutuhan khusus di SLB C Autis Negeri Kedungkandang Kota Malang (3) Faktor pendukung dan penghambat penerapan kepemimpinan supervisor kepala sekolah dalam meningkatkan keterampilan guru mengajar di SLB C Autis Negeri Kedungkandang Kota Malang. Penelitian ini dilakukan di SLB C Autis Negeri Kedungkandang dengan menggunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara (1) wawancara (2) observasi dan (3) dokumentasi. Adapaun pengecekan keabsahan data dilakukan dengan (1) kredibilitas (triangulasi meningkatkan kecermatan dan mengadakan membercheck) (2) transferabilitas/keteralihan (3) Audutabilitas/ketergantungan (4) konfirmabilitas. Analisis data dalam penelitian ini yaitu (1) reduksi data (2) penyajian data dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) kepala sekolah memiliki beberapa strategi sebagai bentuk pelaksanaan kepemimpinan supervisor yang dilaksanakan di SLB C Autis Negeri Kedungkandang Kota Malang yaitu dengan mengadakan workshop dan pelatihan untuk guru memberikan motivasi dan solusi melakukan kunjungan ke kelas-kelas melakukan evaluasi dan monitoring bahan ajar guru melalui jurnal harian dan memberikan contoh bagi guru dalam menciptakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif (2) keterampilan yang diperlu ditingkatakan guru dalam mengajar anak berkebutuhan khusus meliputi keterampilan berkomunikasi yang baik dan efektif keterampilan melakukan pembelajaran bina diri untuk peserta didik keterampilan dalam menyesuaikan diri saat mengajar di kelas keterampilan dalam menggunakan metode pembelajaran per individu serta kesabaran seorang guru dalam mengajar (3) Faktor pendukung kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan keterampilan guru mengajar adalah adanya keinginan dan pratisipasi para guru untuk menjadi lebih baik lagi dalam mengajar terdapat sarana dan prasarana yang memadai serta adanya dukungan dan motivasi dari kepala sekolah. Sedangkan untuk faktor penghambat adalah adanya keterbatasan waktu dan keterbatasan dana sekolah. Adapun saran yang diberikan peneliti berdasarkan hasil penelitian yang dipaparkan adalah bagi (1) Dinas Pendidikan Kota Malang Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus untuk terus melakukan penilaian terkait kepemimpinan kepala sekolah agar lebih maksimal (2) Kepala SLB C Autis Negeri Kedungkandang Kota Malang untuk lebih bisa membagi waktunya atau membuat jadwal untuk mengontrol kegiatan pembelajaran di kelas. Kepala sekolah juga bisa untuk membuat jadwal supervisi akademik agar kepala sekolah lebih mengetahui hambatan atau kekurangan guru saat mengajar (3) Guru SLB C Autis Negeri Kedungkandang Kota Malang untuk lebih semangat dan antusias untuk mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan kompetensi dan keterampilan guru agar tercipta pembeljaran yang lebih berkualitas (4) Departemen Administrasi Pendidikan untuk bisa lebih menggali data dan bahan kajian terkait kepemimpinan kepala sekolah terutama di pendidikan khusus dan (5) Peneliti Lainnya untuk lebih menggali lagi data dan informasi terkait kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan keterampilan mengajar guru yang nantinya bisa digunakan untuk pengembangan ilmu pengetahuan.