Disertasi
Kearifan nilai budaya Samawa (kajian altruistik pada kegiatan kepramukaan) / Rusdianto AR.
Abstrak
Kajian ini didasarkan pada pendidikan yang berbasis pada kebudayaan latar tersebut menjadi sangat penting untuk diangkat dalam tema penelitian mengingat kondisi bangsa hari ini menghadapi kondisi global. Nilai yang lahir dan ada dalam sebuah suku bangsa menjadi hal yang penting untuk dapat digunakan dalam membentuk karakter nilai yang berbasis budaya setempat. Hal tersebut tentu menjadi sesuatu yang menarik karena mengandung banyak nilai yang sayang tidak digunakan sehingga dimanfaatkan untuk pengembangan nilai altruistik. Penelitian ini ditekankan pada (1) dimensi konsep budaya Samawa dalam penanaman nilai altruistik dan (2) penanaman nilai prinsip dasar kepramukaan. Penelitian dilakukan pada aktivitas kegiatan kepramukaan di lingkup Kabupaten Sumbawa pada akhir tahun 2018 sampai dengan awal tahun 2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan fenomenologi. Adapun sumber datanya berupa orang lokasi dokumen dan kegiatan. Sedangkan data dikumpulkan melalui proses observasi wawancara focus group discussion (FGD) serta telaah terhadap dokumen. Data yang ada diolah dan dikategorikan serta dikode. Serta di lakukan penyesuaian dengan temuan yang ada di lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Acuan nilai dan norma masyarakat Sumbawa berpatokan pada Islam sebagai philosophy of life. Sehingga nilai dan norma benar-benar berada dalam konsep adat barenti lako syara syara barenti lako kitabullah (adat bersendi syara dan syara bersendikan kitabullah) hal tersebut berimbas pada kehidupan masyarakat termasuk pada permainan tradisional yang merupakan salah satu bagian pembentukan karakter membangun semangat dan jiwa altruistik. Nilai altruistik dalam kehidupan tau samawa yang di dalamnya terkandung nilai kerek salamat to ke ila saling dan pamendi ke panyadu. Merupakan norma yang terbentuk dari sebuah nilai adat basendi ko syara dan syara barenti ko kitabulah. Pemahaman dan tindakan tersebut dijadikan pegangan hidup Tau Samawa. Sehingga konsep budaya dan agama dalam satu masyarakat mempertegas peran tumbuhnya nilai altruistik. Tri satya dan dasa darma Pramuka merupakan roh nilai dan norma yang menjadi acuan bagi segenap komponen penggerak dalam organisasi tersebut yang lebih dikenal dengan prinsip dasar dan metode kepramukaan (PDMK). Semua tindakan berbasis pada apa yang telah di tegaskan dalam nilai dan norma. Pondasi tersebut menumbuhkan motivasi untuk meningkatkan kualitas diri yang ditentukan oleh pribadi seseorang dengan pengaruh lingkungan sekitar mereka. Altruistik dapat tumbuh bila didesain dengan metode serta pendekatan yang disesuaikan dengan usia peserta didik. Disamping itu intensitas kegiatan sangat berpengaruh pada terbentuknya proses pembiasan pada konsep belajar yang sesungguhnya adalah belajar sambil melakukan karena dalam kegiatan Pramuka banyak dilakukan dalam bentuk praktek langsung sehingga terjadi interaksi belajar semua komponen pola tersebut membentuk manusia pembelajar yang penuh dengan jiwa altruistik. Prinsip dasar dalam pendidikan kepramukaan merupakan penguat tumbuhnya nilai altruistik. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dipandang penting untuk dapat memperhatikan terutama dalam pengembangan pendidikan luar sekolah yang berbasis pada kepramukaan. Beberapa temuan penelitian peneliti sampaikan kepada komponen yang terkait. Adapun saran sebagai berikut (1) temuan penelitian ini dapat dijadikan referensi dan alternatif yang berbasis nilai lokal sebagai penguat altruistik. (2) pendidikan nonformal berbasis nilai lokal memberikan dampak terutama bagi pembentukan karakter anak. (3) membudayakan tradisi yang penuh dengan nilai altruistik dalam masyarakat berperan dalam pelestarian nilai budaya. (4) peran budaya dan religi masyarakat Sumbawa menjadi nafas dalam semua aktifitas sehingga akan mempertebal karakter khas sebuah masyarakat. (5) diperlukan penelitian lebih lanjut tentang berbagai nilai altruistik dalam budaya masyarakat Sumbawa. (6) hasil penelitian yang telah dilakukan dapat digunakan oleh dinas pendidikan dan kebudayaan Kab. Sumbawa untuk dapat kiranya ditindaklanjuti dalam pendidikan yang berbasis budaya dengan pendekatan pendidikan non-formal. (7) generasi sekarang tentu bukan hanya dibekali dengan teknologi akan tetapi dimantapkan pula dengan nilai budaya masyarakatnya agar tidak tercerabut oleh dampak globalisasi. (8) tanggung jawab pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah akan tetapi tanggung jawab semua komponen.