Skripsi
Pengembangan mobile learning berbasis articulate storyline 3 pada mata pelajaran kearsipan untuk meningkatkan self regulated learning dan hasil belajar siswa (studi pada kelas x OTKP di SMK Cendika Bangsa Kepanjen) / Susi Fardila
Abstrak
RINGKASAN Fardila Susi. 2021. Pengembangan Mobile Learning Berbasis Articulate Storyline 3 pada Mata Pelajaran Kearsipan untuk Meningkatkan Self-Regulated Learning dan Hasil Belajar Peserta Didik ( Studi pada kelas X OTKP di SMK Cendika Bangsa) Skripsi. Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Mohammad Arief M.Si. Kata Kunci Mobile Learning Articulate Storyline Kearsipan Self-Regulated Learning Hasil Belajar Pembelajaran daring dimasa pandemic covid 19 ini menuntut tenaga pendidik untuk lebih kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pembelajaran agar siswa lebih mudah memahami materi pelajaran. Perkembangan teknologi memiliki peran yang sangat penting untuk pembelajaran daring. Dimana media yang menarik bisa membantu siswa meningkatkan semangat belajar mandiri dirumah sehingga peningkatan belajar secara mandiri juga diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar pula. Berkaitan dengan hal tersebut maka pengembangan media pembelajaran perlu untuk dilakukan dengan memanfaatkan teknologi yang sudah berkembang saat ini. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan Mobile Learning berbasis Articulate Storyline 3 pada Mata Pelajaran Kearsipan pada siswa kelas X OTKP di SMK Cendika Bangsa Kepanjen. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan (R amp D) dengan langkah-langkah Borg and Gall yang terdiri dari 9 langkah yang telah dimodifikasi oleh penelti yaitu (1) Potensi dan masalah (2) Pengumpulan data (3) Desain produk (4) Validasi ahli (5) Revisi produk (6) Uji coba produk (7) Revisi produk (8) Uji coba pemakaian (9) Produk Akhir. Jenis data yang digunakan adalah data data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif merupakan kritik saran dan komentar yang diberikan validator dan peserta didik atas produk yang dikembangakan. Data kuantitatif diperoleh dari perhitungan skor kuesioner validator dan peserta didik sebagai subjek uji coba serta hasil kuesioner self-regulated learning dan hasil belajar peserta didik yang dihitung menggunakan independent sample t-test dengan bantuan SPSS 21. Hasil penelitian dan pengembangan ini menghasilkan sebuah Mobile Learning bernama ldquo MoLfAS rdquo yang dibuat menggunakan software Articulate Storyline 3 dengan materi KD 3.7 Menerapkan penyimpanan arsip sistem abjad sistem kronologis sistem nomor sistem geografis dan sistem subjek. Mobile learning yang dikembangkan dapat diakses secara offline tanpa menggunakan jaringan internet namun terdapat beberapa fitur yang harus dijalankan menggunakan jaringan internet yaitu fitur video pembelajaran dan fitur laporkan nilai. Mobile learning yang dikembangkan dilengkapi dengan fitur zoom (in/out) untuk mengatur tingkat keterbacaan teks. Hasil penilaian validasi ahli materi sebesar 96% dan penilaian validasi ahli media sebesar 92% hasil perhitungan keseluruhan validasi ahli diperoleh rata-rata sebesar 94% dengan kategori sangat valid sedangkan untuk uji coba produk pada kelas kecil diperoleh nilai sebesar 97% dengan kategori sangat valid. Ditinjau dari perbedaan tingkat kemadirian dan hasil belajar siswa diketahui perhitungan Self-Regulated Learning siswa pada kelas kontrol rata-rata 60% dan kelas eksperimen 89% sedangkan hasil belajar kognitif siswa rata- rata nilai kelas kontrol yaitu 75% sedangkan kelas eksperimen mencapai rata-rata sebesar 86% dan hasil belajar psikomotorik siswa rata-rata nilai kelas kontrol yaitu 80% sedangka kelas ekperimen mencapai rata-rata sebesar 89%. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara Self-Regulated Learning dan hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol sehingga dinyatakan mobile learning yang digunakan sebagai media pembelajaran Kearsipan Kelas X OTKP. Saran yang dapat diberikan untuk peneliti selanjutnya adalah mengembangkan media dengan kompetensi dasar satu semester agar media ini lebih lengkap dan memudahkan siswa untuk belajar mandiri meminimalisir ukuran aplikasi dan pelaporan keseluruhan hasil evaluasi yang otomatis.