Skripsi
Pengembangan media smart house terhadap peningkatan kemampuan menyusun kalimat aktif peserta didik tunarungu kelas vii SMPLB Negeri Martapura / Lisa Lesmana
Abstrak
ABSTRAK Lesmana Lisa. 2021. Pengembangan Media Smart House Terhadap Peningkatan Kemampuan Menyusun Kalimat Aktif Peserta Didik Tunarungu Kelas VII SMPLB Negeri Martapura. Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I). (II). Kata kunci Media smart house kalimat aktif dan peserta didik tuna rungu Pada umumnya anak berkebutuhan khusus adalah anak yang mengalami gangguan secara jasmani maupun psikologinya. Anak berkebutuhan khusus (tunarungu) memiliki permasalahan kesulitan menyusun kalimat aktifterutama dalam tata bahasa. Permasalahan tersebut meliputi kesulitan memahami pola kalimat kesulitan melengkapi suatu kalimat dan kesulitan dalam membedakan penulisan kata berimbuhan. Solusi dari permasalahan tersebut yaitu dengan adanya media smart house sebagai media pembelajaran. Media tersebut dibuat unik berbentuk rumah warna-warni dan lengkap serta memilki kelebihan yaitu membantu anak tunarungu dalam meningkatkan menulis kalimat aktif karena media smart house mudah digunakan dalam pembelajaran dapat memicu kefokusan anak tunarungu dalam belajar. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Borg amp Gall. Subjek uji coba adalah dua ahli materi dua ahli media dua praktisi dan uji penguna terdiri dari enam peserta didik kelas VII SMPLB Negeri Martapura. Pada dasarnya tujuan adanya media smart houseyaitu untuk menjelaskan kalimat aktif agar siswa tunarungu tidak bosan saat memperhatikan guru mengajar serta dapat membantu siswa belajar menyusun kalimat aktif baik disekolah maupun dirumah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berupa smart houseini sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Terbukti dengan perolehan skor validasi dari ahli materi sebesar 94 8% skor validasi dari ahli media sebesar 94 3% skor validasi dari praktisi sebesar 96 5%. Kemudian diperoleh skor rata-rata tingkat kelayakan dari validator sebesar 95 2%. Hal tersebut membuktikan bahwa media sangat layak digunakan.