Skripsi
Identifikasi dan uji kemampuan hidrolisis bakteri lipolitik yang diisolasi dari pindang ikan tongkol (euthynnus affinis) / Rima Girinita Sari
Abstrak
Pindang adalah hasil pengolahan ikan secara tradisional yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Bahan baku pembuatan pindang tongkol yaitu ikan tongkol. Kandungan nutrisi dalam ikan tongkol dapat menjadi media pertumbuhan bakteri salah satunya bakteri lipolitik. Bakteri lipolitik dapat menghidrolisis lemak dalam pindang tongkol menjadi senyawa yang lebih sederhana. Hal ini dapat memudahkan daya cerna dikarenakan senyawa komplek dalam pindang tongkol telah dihidrolisis menjadi senyawa yang lebih sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengkarakterisasi masing-masing isolat bakteri lipolitik dari pindang ikan tongkol (2) mengukur indeks hidrolisis lemak pada tiap isolat bakteri lipolitik yang diisolasi dari pindang ikan tongkol dan (3) mengidentifikasi spesies bakteri lipolitik yang paling potensial menghidrolisis lemak dari pindang ikan tongkol berdasarkan indeks hidrolisis lemak. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif eksploratif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai bulan November 2020. Isolasi penentuan isolat bakteri lipolitik dan deskripsi isolat bakteri dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Negeri Malang. Identifikasi spesies bakteri lipolitik dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang. Media yang digunakan dalam seleksi bakteri lipolitik adalah media Nutrien Agar (NA) yang ditambahkan minyak zaitun. Hasil positif menunjukkan adanya zona bening disekitar koloni bakteri dan dasar koloni bakteri berwarna merah. Indeks hidrolisis lemak ditentukan berdasarkan hasil bagi antara diameter zona bening disekitar koloni bakteri dengan diameter koloni yang telah diinkubasi pada suhu 37 deg C selama 1- 2 x 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat lima isolat bakteri lipolitik yang diisolasi dari pindang ikan tongkol yaitu dengan kode isolat A B C H dan I (2) rata- rata indeks hidrolisis lemak masing- masing isolat berbeda yaitu isolat A sebesar 1 17 isolat B sebesar 1 19 isolat C sebesar 1.14 isolat H sebesar 1 36 dan isolat I sebesar 1 29 dan (3) hasil identifikasi isolat H yang merujuk pada Buku Identifikasi Bergey rsquo s manual of determinative bacteriology adalah Bacillus firmus yang memiliki indeks hidrolisis lemak paling tinggi yaitu sebesar 1 36.