Skripsi
Pembentuk non fisik dan perubahan pola permukiman kampung Betawi Marunda, Jakarta Utara / Sarah Salsabila
Abstrak
Jumlah penduduk dan aktivitas pembangunan yang semakin meningkat. Peningkatan tersebut terus menuntut ketersediaan lahan terutama lahan pemukiman sedangkan ketersediaan lahan terbatas. Ketidakseimbangan luas akan hal tersebut akan memungkinkan pemusatan pemukiman di daerah tertentu yang kemudian akan membentuk pola permukiman tertentu. Hal tersebut juga terjadi pada Kampung Betawi Marunda. Pada perkembangannya Kampung Marunda mengalami peningkatan jumlah penduduk dari tahun ke tahun. Pada tahun 2013 jumlah penduduk yang berada di Kelurahan Marunda yaitu 24.591 jiwa dan pada tahun 2019 meningkat menjadi 34.532 jiwa (BPS Jakarta Utara 2019). Pengaruh pembentuk non fisik perubahan pola pemukiman masyarakat pada Kampung Betawi yaitu urbanisasi ekonomi budaya dan perilaku masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian adalah penelitian survei dan studi kasus. Pendekatan kuantitatif ditunjukkan dari penggunaan metode sistem informasi geografi yaitu nearest neighbour analysis atau analisis tetangga terdekat dalam mengetahui pola pemukiman yang dalam suatu kampung betawi di marunda. Metode survei digunakan untuk mengetahui pembentuk non fisik yang berpengaruh pada perubahan pola permukiman di kampung betawi. Data penelitian diambil menggunakan teknik survei dengan metode observasi dan wawancara ke penduduk di kampung Marunda. Populasi dalam penelitian ini adalah permukiman di Kampung Betawi Marunda dan masyarakat yang tinggal didalamnya. Data pengaruh pembentuk non fisik perubahan pola permukiman yang didapat dari kuesioner kemudian ditabulasikan dan dianalisis menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2000 ndash 2020 Kampung Betawi Kelurahan Marunda memiliki pola permukiman mengelompok atau cluster. Sehingga diketahui bahwa tidak terjadi perubahan pada pola permukiman pada rentang tahun tersebut tetapi terjadi pertambahan jumlah permukiman yang signifikan. Kelurahan Marunda pada tahun 2000 2010 dan 2020 memiliki nilai NNR (Nearest Neighbor Ratio) berturut-turut yakni 0 376283 0 403051 dan 0 461699. Pembentuk non fisik mempengaruhi perubahan pola permukiman memiliki persentase sebesar 95 5% dalam menjelaskan perubahan pola permukiman.