Skripsi
Realitas pelaksanaan belajar dari rumah pada anak usia dini selama pandemi covid-19 di TPA Cinta Ananda / Nina Byasnurul Banin
Abstrak
Pandemi COVID-19 pada dunia pendidikan membuat Kemendikbud mengeluarkan kebijakan BDR untuk semua jenjang pendidikan. Kebijakan diharapkan untuk memastikan pemenuhan hak anak mendapatkan layanan pendidikan selama pandemi namun penyesuaian kebijakan pembelajaran masih belum berjalan dengan baik. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan masukan kepada penyelenggara BDR dan mengetahui kesesuaian maupun ketidaksesuaian realitas pelaksanaan BDR pada anak usia dini di TPA Cinta Ananda dalam perspektif teori konstruksi sosial dan perkembangan kognitif Vygotsky. Metode penggalian data dalam pelaksanaan penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Prosedur penggalian data dilakukan dengan observasi wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan melakukan reduksi data penyajian data verifikasi atau penarikan kesimpulan. Sedangkan pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian yang dianalisis menggunakan teori konstruksi sosial menunjukkan bahwa pada momentum eksternalisasi peralihan sistem pembelajaran luring menjadi BDR belum mampu beradaptasi secara maksimal sehingga menimbulkan beberapa dampak atau permasalahan yang terjadi pada anak usia dini. Permasalahan yang terjadi menunjukkan ketidaksesuaian dengan prinsip pelaksanaan pembelajaran selama di TPA sehingga membuat orang tua dan TPA melakukan ruang diskusi yang memasuki momentum objektivasi dengan melakukan refleksi dan menginventariskan permasalahan BDR untuk menemukan jalan tengah. Jalan tengah hasil ruang diskusi kemudian memasuki momentum internalisasi yang digunakan sebagai strategi mengatasi permasalahan BDR anak usia dini. Selain itu strategi yang digunakan sudah cukup sesuai dengan prinsip BDR Permendikbud. Saran penulis terkait dengan penelitian ini adalah diperlukan kerjasama pemerintah baik pusat maupun daerah TPA orang tua dan peserta didik untuk terus melakukan penyesuaian kebijakan pembelajaran guna terciptanya kesuksesan pembelajaran pada masa pandemi COVID-19.