Tesis
Pengembangan flipbook untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada muatan IPA Sekolah dasar / Yuma Tupu Dira Nerating
Abstrak
Perhatian dalam pendidikan saat ini mengarah kepada pengembangan cara berpikir tingkat tinggi yang disebut keterampilan higher order thinking skill . Untuk mampu mengembangkan HOTS yang harus dikembangkan adalah semua aspek kognitif. Sehingga untuk mampu memiliki keterampilan higher order thinking skill harus melewati tiga level low order thinking skill terlebih dahulu. Berdasarkan observasi peneliti yang dilakukan di Kabupaten Tulungagung saat ini proses belajar daring/jarak jauh dilakukan untuk memutus rantai penyebaran pandemi pemaparan materi dan pemberian tugas kepada peserta didik masih menggunakan media dan metode pembelajaran yang belum bervariasi dan belum efektif serta belum merujuk pada keterampilan HOTS. Selain itu dilihat dari analisis hasil PTS pada kelas V di tiga sekolah dasar masih belum mencapai nilai ketuntasan minimum sehingga nilai rata-rata pada muatan IPA kurang dari nilai minimal yang telah disepakati yaitu 80. Hasil tujuan akhir dari penelitian ini adalah pengembangan produk berupa e-Book berbentuk flipbook berbasis untuk meningkatkan hasil belajar kognitif pada muatan IPA sekolah dasar khusunya pada keterampilan berpokir tingkat tinggi. Metode pengembangan dengan model Borg and Gall yang digunakan dalam penelitian ini. Pengembangan Borg and Gall memiliki 10 tahapan yaitu penelitian dan pengumpulan data perencanaan pengembangan draft produk uji coba lapangan awal revisi hasil uji coba uji coba lapangan penyempurnaan produk hasil uji coba lapangan uji pelaksanaan lapangan penyempurnaan produk akhir hingga desiminasi dan implementasi. Penelitian ini memiliki hasil berupa produk e-Book berbentuk flipbook berbasis keterampilan HOTS untuk meningkatkan hasil belajar kognitif pada muatan IPA khususnya diperuntukkan siswa kelas V sekolah dasar. Produk tersebut memiliki spesifikasi hasil yang valid pada media materi dan butir soalnya. Hasil kepraktisan diperoleh sebesar 3 4. Perolehan keefektifan pada uji coba lapangan dilihat dari pemenuhan KKM yaitu pretest hanya 26% dari siswa dan pada posttest yaitu 81 3%. Normalized gain diperoleh 0 6 artinya berada pada kriteria sedang. Hasil produk pengembangan yang dilakukan mendapat hasil valid praktis dan efektif. Saran lebih lanjut pengembangan produk ini yaitu perlunya dilakukan analisis kebutuhan penyesuaian kemampuan belajar dan pemahaman peserta didik yang ada dalam materi.