Skripsi
Proses pendidikan kewirausahaan dalam membentuk santri preneur di SMK Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan / Diah Ayu Sulistio Rini
Abstrak
RINGKASAN Rini Diah Ayu Sulistio 2021. Proses Pendidikan Kewirausahaan Dalam Membentuk Santripreneur di SMK Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan. Skripsi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Negri Malang Pembimbing Dr. H. Agung Winarno M.M. Kata kunci Pendidikan Kewirausahaan santripreneur Proses pendidikan kewirausahaan dalam membentuk santripreneur merupakan pendidikan kewirausahaan yang mengajarkan santri masa kini yang dituntut untuk tidak hanya mendalami ilmu agama akan tetapi juga mampu mandiri dan berwirausaha. Tujuan ini adalah untuk mengetahui bahwa (1) dapat mengetahui kurikulum pendidikan kewirausahaan dalam membentuk santripreneur di smk pondok pesantren sunan drajat lamongan (2) dapat mengetahui proses pendidikan kewirausahaan dalam membentuk santripreneur di SMK Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan (3) dapat mengetahui faktor pendukung dan penghambat penerapan pendidikan kewirausahaan dalam membentuk santripreneur di smk pondok pesantren sunan drajat lamongan. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa (1) untuk penerapan pembelajaran kewirausahaan di smk sunan drajat lamongan sudah berjalan dengan baik sesuai dengan kurikulum 2013 yang terdiri dari 30% teori 70% praktik lapangan berlaku dengan pembelajaran masih sama secara offline (2) SMK sunan drajat lamongan memiliki upaya tersendiri untuk proses menumbuhkan jiwa wirausaha siswa salah satunya melalui pelatihan- pelatihan yang dilakukan guru dan siswa di sekolah smk sunan drajat lamongan dengan pelatihan-pelatihan pendidikan kewirausahaan ini siswa akan di ajari cara berwirausahaa yang baik begitu juga dengan guru yang dibimbing agar pembelajaran sekreatif mungkin agar dapat memotifasi siswa (3) guru dan siswa menyadari bahwa ada beberapa hal yang dapat menjadi factor penghambat dalam proses pembelajaran kewirausahaan yang di alami atau yang dirasakan oleh siswa dan guru. Namun adanya hal tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk belajar berwirausaha. Meski pada awalnya terpakasa dan hanya untuk nilai baik saja namun semua akan terbiasa dan mereka menyukainya. Selain itu adanya faktor pendukung dapat menjadikan mereka lebih optimis dan memiliki semangat lebih besar dalam belajar kewirausahaan ini karena mereka menganggap bawa pembelajaran kewirausahaan ini akan memperbaiki kehidupan mereka karena memiliki ilmu berwirausaha yang dapat mereka lakukan untuk membuka lapangan pekerjaan sendiri. Saran yang diberikan oleh peneliti adala diharapkan mampu mengembangkan penelitian tentang implementasi pembelajaran kewirausahaan ini di sekolah lain atau dilingkungan masyarakat dan menggali lagi lebih dalam lagi supaya mengetahui sejauh mana ilmu kewirausahaan yang kita miliki dan mampu kita terapkan dikehidupan kita agar dapat memperbaiki hidup kita dengan ilmu yang di memiliki yaitu jiwa wirausaha.