Skripsi
Penerapan pembelajaran visible problem solving terintegrasi design thinking untuk meningkatkan problem solving skills dan hasil belajar kognitif siswa SMAN 1 Malang melalui ethical dilemma story / Hidayati Maghfiroh
Abstrak
Tantangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang semakin pesat menuntut siswa abad 21 memiliki keterampilan pemecahan masalah. Hasil survei menunjukkan siswa kelas X MIPA 3 SMAN 1 Malang memiliki keterampilan pemecahan masalah dan hasil belajar kognitif Biologi yang rendah pada pembelajaran daring. Padahal jika siswa ingin berhasil menyelesaikan masalah dalam kehidupan mereka harus mempraktikkan terlebih dahulu keterampilan tersebut secara ekstensif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu diperlukan inovasi pembelajaran untuk melatih keterampilan pemecahan masalah dengan visible problem solving terintegrasi design thinking melalui ethical dilemma story untuk membentuk siswa menjadi real problem solver dengan mengedepankan kemanusiaan dan etika. Jenis penelitian ini Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan pendekatan convergent parallel mixed-methods bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan hasil belajar kognitif Biologi siswa dalam 2 siklus di mana setiap siklus terdiri dari empat pertemuan. Subjek dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X MIPA 3 SMAN 1 Malang usia 15-16 tahun. Adapun data keterampilan pemecahan masalah berupa skor yang diperoleh dari pretest- posttest bertipe soal uraian dan self assessment performance berbasis rubrik keterampilan pemecahan masalah serta data hasil belajar kognitif berupa skor yang diperoleh dari tes setiap akhir siklus berupa soal pilihan ganda dan esai dengan level soal C4-C6. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan keterampilan pemecahan masalah dari siklus I ke siklus II dari kategori sedang ke tinggi dengan skor n-gain dari 0.5 menjadi 0.7 dan peningkatan persentase self assessment performance pada kriteria sangat setuju dari 30.42% menjadi 33.61%. Hasil belajar kognitif Biologi juga mengalami peningkatan ditunjukkan dari persentase ketuntasan klasikal pada siklus I sebesar 76.67% menjadi 86.67% pada siklus II. Adapun temuan dalam penelitian ini yaitu pembelajaran visible problem solving terintegrasi design thinking melalui ethical dilemma story dapat memperlihatkan tahapan pemecahan masalah sehingga siswa mampu meningkatkan keterampilan mengidentifikasi masalah mengumpulkan informasi mengevaluasi efektivitas solusi dan menerapakan teknik untuk menyelesaikan masalah secara kritis dan kreatif dengan mengedepankan kemanusiaan dan etik serta meningkatkan produk berpikir yaitu hasil belajar kognitif sehingga tujuan pendidikan sains dapat tercapai.