UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Pengembangan potensi wisata alam di kawasan pantai banyu meneng Kabupaten Malang / Ahmad Abror

Abror, Ahmad - Nama Orang;

Abstrak
Wisata merupakan kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi pengembangan pribadi atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara. Kawasan Banyu Meneng memiliki 10 pantai kawasan ini merupakan salah satu lokasi wisata pantai di pesisir Kabupaten Malang. Terletak di tepi Samudera Hindia tepatnya di Desa Sumberbening Kecamatan Bantur Kabupaten Malang Jawa Timur. 10 pantai meliputi Pantai Ngantup Banyu Meneng Pantai Selok Pantai Mbehi Pantai Kondang Sugu Pantai Jago Kereng Pantai Gragalan Pantai Pring Jowo Pantai Taman Ayu Pantai Kondang Iwak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan kelemahan ancaman dan peluang pengembangan potensi wisata alam kawasan Pantai Banyu Meneng serta mengetahui bagaimana solusi yang mendukung untuk pengembangan wisata alam kawasan Pantai Banyu Meneng. Metode penelitian ini menggunakan jenis metode eksploratif. Penelitian eksploratif dapat dikatakan sebagai penelitian pendahuluan dikarenakan tipe penelitian ini mencoba menggali informasi atau permasalahan yang relatif masih baru. Data dalam penelitian ini meliputi 7 variabel yaitu 1.Kelembagaan 2. Lembaga terkait 3. Atraksi 4. Sarana prasarana 5 Pengunjung 6. Masyarakat Sekitar 7. Pengelolaan manajemen. Setelah itu di analisis menggunakan SWOT. Hasil penelitian ini permasalahan yang paling mendasar terletak di Lembaga pengelola kawasan Banyu Meneng. Oleh karena itu banyak yang harus dikembangkan dari potensi internal kawasan untuk mengatasi ancaman dan kelemahan yang mana menurut hasil penelitian bahwa potensi kekuatan internal dan peluang eksternal kawasan terhalangi oleh ancaman eksternal dan kelemahan internal. Strategi pengembangan kawasan yaitu melakukan langkah strategis dengan tepat. Dari data Analisis SWOT yang telah dilakukan oleh peneliti yaitu adanya lingkaran koordinasi setiap yang terlibat. Lingkaran ekternal yakni segala program bantuan pelatihan harus selaras pemerintah pusat pemerintah provinsi pemerintah daerah sehingga bersama-sama membangun ekowisata dengan tepat selanjutnya harus ada investor untuk memberikan modal yang cukup namun harus ada MOU yang jelas dengan pihak pengelola dan pemerintah selanjutnya LSM atau komunitas dalam bidang sumber daya alam ataupun bidang ekowisata untuk bersama sama menjaga dalam kelestarian alam. Lingkaran internal yakni melaksanakan hasil-hasil dari lingkaran eksternal antara lain dari mempersiapkan kapasitas dan kuantitas pengelola pemerintah berperan sebagai pendamping dan pengawas berjalanya pengelola investor sebagai pemberi modal LSM dan komunitas sebagai pengawas sumber daya alam selanjutnya melibatkan masyarakat sekitar untuk mengembangkan dan membangun ekonomi masyarakat.


Informasi Detail
DDC
Rs 338.4791 ABR p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Biologi, 2021.
Deskripsi Fisik
viii, 79 lembar : il. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
03425/KI/22
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2021
Subjek
1. PARAWISATA - PENGEMBANGAN
2. TOURISM - DEVELOPMENT

Pembimbing
1. Agus Dharmawan ; 2. I Wayan Sumberartha
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik