Skripsi
Sistem alat pengering hybrid pemanas matahari dan listrik ac 220v untuk pengeringan kerupuk udang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) / Zalfarinia Izdihar Utomo
Abstrak
Sebagian besar UMKM bergerak di bidang pengolahan makanan salah satunya adalah produksi kerupuk udang. Produksi kerupuk udang membutuhkan energi panas untuk proses pengeringannya dimana mayoritas UMKM masih menggunakan cara konvensional dengan cara menjemur kerupuk di ruang terbuka di bawah sinar matahari secara langsung. Pengeringan dengan cara konvensional dirasa kurang maksimal karena sangat bergantung pada cuaca. Penelitian ini menggunakan metode teknik analisis data kuantitatif dengan melakukan perancangan dan penyusunan alat kemudian melakukan uji coba pada alat dengan mengamati hubungan antara waktu dan kadar air kerupuk udang yang dikeringkan. Berdasarkan data analisis hasil dari eksperimen pertama sampai ketiga menunjukkan hubungan antara waktu dan kadar air kerupuk udang yang dikeringkan ditunjukkan grafik logaritmik. Persamaan pertama Y1 -26 18 Ln (X1) 41 028 R1 0 85 untuk pengeringan kerupuk seberat 1 kg dan ke-2 Y2 -31.81 Ln (x) 46.927 R2 0 93 untuk pengeringan kerupuk seberat 3 kg dan persamaan ke 3 Y3 -26 88 Ln (X3) 41 707 R3 0 81 untuk pengeringan kerupuk seberat 5 kg dengan hasil koefisien korelasi rata-rata adalah R 0 87 sehingga dapat disimpulkan semakin banyak massa kerupuk yang dikeringkan semakin banyak kadar air yang menguap. Dalam waktu 2 hari pengeringan kadar air yang terkandung dalam kerupuk udang telah mencapai sesuai SNI yaitu sekitar 12%. Alat pengering ini memiliki kapasitas maksimum mencapai 5 kg dengan rata-rata suhu ruang pengering sebesar 37.5 C. Suhu paling tinggi yang dapat dicapai hingga 42 C saat menggunakan dua sumber energinya secara bersamaan.