Skripsi
Pengaruh penggunaan digital twin spark ignition system pada sepeda motor kawasaki pulsar 200 ns terhadap torsi dan kadar emisi gas buang co dan hc / Nicko Himawan
Abstrak
Sistem pengapian pada motor bakar difungsikan untuk membakar komposisi udara dengan bahan bakar di dalam ruang bakar. Teknologi Digital Twin Spak Ignition System (DTS-i) didesain untuk memperbaiki kualitas pembakaran mesin dengan menerapkan penggunaan 3 busi dalam 1 silinder. Hidup masing-masing busi diatur secara elektronik oleh komponen Integrated Circuit (IC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Digital Twin Spark Ignition System pada sepeda motor Kawasaki Pulsar 200 NS. Hal ini ditinjau dari torsi dan kadar emisi gas buang Carbon Monoksida (CO) dan Hidrocarbon (HC). Dalam penelitian ini dilakukan analisis kinerja mesin berdasarkan hasil uji performa torsi dan hasil uji kadar emisi gas buang CO dan HC. Rancangan penelitian ini diawali dengan tahap studi literatur kemudian dilanjutkan dengan eksperimen. Pada tahap eksperimen dilakukan pengukurna menggunakan alat ukur Dynotest untuk mengetahui nilai Torsi dan menggunakan alat ukur Exhaust Gas Analyzer untuk mengetahui nilai kadar emisi gas buang CO dan HC. Kemudian melakukan analisis data menggunakan SPSS. Metode One Way Anova digunakan untuk membandingkan nilai rata-rata antara mesin non DTS-i dengan mesin DTS-i. Hasil penelitian menunjukkan nilai torsi maksimum yang dihasilkan mesin non DTS-i sebesar 8 92 N.m dalam persentase sebesar 42 23% pada rpm 7.000 sedangkan mesin DTS-i sebesar 12 20 N.m dalam persentase sebesar 57 76% pada rpm 8.000. Dari nilai tersebut untuk torsi mesin DTS-i menjadi lebih unggul 15 53%. Berdasarkan pengujian diketahui nilai kadar emisi gas buang CO terendah yang dihasilkan mesin non DTS-i sebesar 0 17% pada rpm 1.350 sedangkan mesin DTS-i sebesar 0 03% di rpm 1.350. Dari nilai tersebut untuk emisi CO mesin DTS-i mampu menurunkan emisi 85 72%. Diketahui nilai kadar emisi gas buang HC terendah yang dihasilkan mesin Non DTS-i sebesar 0 37ppm pada rpm 1.350 sedangkan mesin DTS-i sebesar 0 15ppm di rpm 1.350. Dari nilai tersebut untuk emisi HC mesin DTS-i mampu menurunkan emisi 69 10%.