Skripsi
Hubungan antara detraining selama pandemi covid-19 dengan kemampuan kecepatan reaksi atlet ukm karate Universitas Negeri Malang / Julio Eko Sasetiono
Abstrak
RINGKASAN Sasetiono Julio Eko. 2021. Hubungan antara Detraining Selama Pandemi COVID-19 dengan Kemampuan Kecepatan Reaksi Atlet UKM Karate Universitas Negeri Malang. Skripsi Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Olivia Andiana S.Or. M.Kes. (II) Ahmad Abdullah M.Kes. Kata Kunci detraining kecepatan reaksi karate Pandemi COVID-19 telah memaksa semua orang untuk melakukan pembatasan sosial atau melakukan pengurungan diri di rumah. Dampak yang paling nyata terlihat yaitu berkurangnya aktivitas fisik pada semua orang tak terkecuali penggiat olahraga yang dapat memicu terjadinya detraining. Detraining merupakan berkurangnya jatah latihan yang dapat menyebabkan turunnya berbagai unsur kebugaran jasmani yang dibutuhkan ketika berolahraga. Oleh karena itu perlu dilakukan pencegahan salah satunya dengan mengetahui hubungan detraining selama pandemi COVID-19 dengan kemampuan kecepatan reaksi atlet UKM Karate Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan desain sebab akibat. Sesuai protokol COVID-19 pelaksanaan penelitian ini dilakukan 2 gelombang yaitu pada tanggal 11 dan 13 November 2020 berlokasi di lapangan tenis Universitas Negeri Malang. Responden penelitian ini yaitu 19 atlet UKM Karate Universitas Negeri Malang yang didapatkan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat detraining atlet dan dilakukan ruler drop test untuk mengukur kecepatan reaksi atlet. Hasil penelitian uji analisis spearman dengan menggunakan aplikasi IBM SPSS 25.0 menunjukan nilai p-value sebesar 0 002 dan correlation coefficient sebesar 0 667 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan dengan kekuatan hubungan yang kuat antar variabel. Jadi dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara detraining selama pandemi COVID-19 dengan kecepatan reaksi atlet UKM Karate Universitas Negeri Malang.