Skripsi
Hubungan antara detraining selama pandemi covid-19 dengan kemampuan kelincahan gerak tubuh atlet UKM karate Universitas Negeri Malang / Latifatul Mufida
Abstrak
Penyebaran COVID-19 di Indonesia menyebabkan pemerintah menerapkan pembatasan sosial berskala besar dengan tujuan memutus renularan virus tersebut. Dampak dari pembatasan sosial berskala besar menyebabkan seseorang merubah gaya hidupnya menjadi tidak sehat sehingga memicu terjadinya detraining. Detraining merupakan penurunan atau hilangnya adaptasi fisiologis tubuh yang disebabkan karena penghentian dan istirahat latihan dengan waktu yang relatif lama sehingga mempengaruhi performa kebugaran jasmani. Salah satunya yaitu mempengaruhi penurunan performa atlet pada kelincahan gerak tubuhnya Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan Detraining terhadap Kemampuan Kelincahan Gerak Tubuh Atlet UKM Karate Universitas Negeri Malang. Metode penelitian ini menggunkan kuantitatif korelasional dengan menggunakan desain sebab akibat. Jumlah responden dalam penelitian ini yaitu 19 Atlet UKM Karate Universitas Negeri Malang dengan kriteria tertentu. Hasil penelitian menggunakan teknik analis spearman dengan bantuan aplikasi komputer IBM SPSS 25.0 didapatkan nilai p-value sebesar 0 000 dan nilai correlation coefficient yang didapatkan sebesar 0 876 yang diinterpretasikan dengan kekuatan hubungan pada tingkat sangat kuat. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kejadian detraining memiliki hubungan yang signifikan terhadap tingkat kelincahan gerak tubuh Atlet UKM Karate Universitas Negeri Malang. Hal tersebut disebabkan karena kurangnya aktivitas fisik selama pandemi COVID-19 sehingga mempengaruhi sistem fisiologis tubuh terutama pada kekuatan kualitas kontrasi otot yang akhirnya mempengaruhi kelincahan gerak tubuh.