Skripsi
Hubungan antara detraining selama pandemi covid-19 dengan kemampuan daya tahan vo2max atlet ukm karate universitas negeri malang / Monica Septinia Widhayanty
Abstrak
Hubungan antara Detraining Selama Pandemi Covid-19 Dengan Kemampuan Daya Tahan Vo2max Atlet UKM Karate Universitas Negeri didapatkan hasil yaitu detraining adalah kondisi di mana tubuh tak lagi prima dan kualitas badan menurun hal ini tidak hanya terjadi pada atlet saja akan tetapi pada semua pelaku olahraga ketika seseorang tidak rutin melakukan olahraga detraining akan terjadi. Selama pandemi ini banyak aktifitas yang tidak berjalan dengan semestinya seperti adannya PSBB yang diterapkan hal ini memicu kurangnya aktifitas fisik seseorang. Perubahan ini lebih moderat pada mata pelajaran yang baru dilatih dalam jangka pendek tetapi perolehan vo2max yang baru diperoleh benar-benar hilang setelah periode penghentian pelatihan lebih dari 4 minggu. Dari sudut pandang metabolik bahkan ketidakaktifan jangka pendek menyiratkan peningkatan ketergantungan pada metabolisme karbohidrat selama olahraga seperti yang ditunjukkan oleh rasio pertukaran pernapasan olahraga yang lebih tinggi. Namun beberapa penelitian melaporkan bahwa vo2max dipertahankan oleh atlet terlatih selama periode penghentian pelatihan. Perbedaan ini dapat dikaitkan dengan jumlah aktivitas fisik yang dilakukan oleh para atlet selama periode tindak lanjut. Vo2max dari individu yang baru dilatih telah terbukti menurun ke tingkat yang lebih rendah (3 6 sampai 6%) selama 2 sampai 4 minggu penghentian pelatihan setelah 4 sampai 8 minggu pelatihan dan tidak berubah dengan rasio waktu pelatihan / pengurangan yang lebih tinggi hal tersebut tentu sangat berpengaruh pada status kesehatan serta performa seseorang saat melakukan aktivitas sehari-harinya. Akhirnya detraining syndrome (atau sindrom relaksasi) adalah entitas klinis yang muncul ketika atlet dengan riwayat pelatihan ketahanan yang lama tiba-tiba meninggalkan aktivitas fisik reguler mereka. Sindrom ini ditandai dengan kecenderungan pusing dan pingsan gangguan prekordial nonsistematis sensasi aritmia jantung ekstrasistolia dan palpitasi sakit kepala kehilangan nafsu makan gangguan lambung keringat berlebih insomnia kecemasan dan depresi Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Detraining dengan Daya Tahan VO2MAX pada Atlet UKM Karate Universitas Negeri Malang yang dimana Vo2max adalah komponen penting setiap orang untuk melakukan aktivitas fisik. Metode dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling dan menggunakan rancangan penelitian kuantitatif korelasional dengan desain sebab akibat responden penelitian ini berjumlah 19 Atlet UKM Karate Universitas Negeri Malang dengan kriteria tertentu. Hasil penelitian dengan menggunakan teknik analis spearman dengan bantuan aplikasi komputer IBM SPSS 25.0 didapatkan nilai p-value sebesar 0 000 dan dan nilai correlation coefficient yang didapatkan sebesar 0 866 dan diinterpretasikan dengan kekuatan hubungan pada tingkat sangat kuat dapat disimpulkan bahwa adannya hubungan antara detraining pada kemampuan daya tahan vo2max Atlet UKM Karate Universitas Negeri Malang selama pandemi covid-19 hal ini disebabkan salah satunnya karena kurangnya aktifitas atlet selama pandemi covid-19.