UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Analisis penggunaan model kursi sopir bus a dan bus b terhadap musculoskeletal disorders / Arwinda Ulfa Adriazni

Adriazni, Arwinda Ulfa - Nama Orang;

Abstrak
Sikap duduk dan posisi duduk yang dipaksakan akan menyebabkan ketidakergonomian sehingga akan memicu terjadinya keluhan musculoskeletal disorders. Sikap duduk yang tidak ergonomis juga akan menyebabkan adanya rasa tidak nyaman yang disebabkan oleh penggunaan otot yang berlebih sehingga menyebabkan asam laktat menumpuk pada otot dan akibatnya kekurangan oksigen. Hal tersebut menimbulkan rasa nyeri (musculoskeletal disorders). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran kursi sopir bus PO A dan PO B mengetahui apakah terdapat perbedaan ukuran kursi sopir bus PO A dan PO B untuk mengetahui pengaruh ukuran kursi sopir bus terhadap MSDs dan mengetahui pengaruh stasiun kerja terhadap keluhan MSDs. Metode penelitian ini yaitu menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Metode penelitian deskriptif kuantitatif adalah metode penelitian yang memperlihatkan hasil dari suatu pengumpulan data kuantitatif atau statistik berdasarkan fakta-fakta yang ada. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan beberapa tahapan yaitu mendiskripsikan ukuran kursi sopir bus PO A dan PO B mengukur antropometri menganalisa keluhan musculoskeletal disorders menganalisa ergonomi ukuran kursi sopir bus dan menganalisa stasiun kerja yakni pedal dan steer (roda kemudi). Pengambilan data menggunakan kuesioner Nordic Body Map dilakukan sebanyak 2 kali yakni pada jam ke-3 dan jam ke-6. Berdasarkan hasil yang didapat keluhan terbanyak muncul pada bagian leher punggung lengan atas kiri pergelangan tangan kanan dan pinggang. Kursi yang digunakan sopir bus saat ini merupakan kursi buatan pabrik dan tidak memerhatikan antropometri pengguna sehingga kursi sopir bus PO A dan PO B kurang ergonomis dan menyebabkan sikap duduk tidak benar sehingga berpotensi menimbulkan keluhan musculoskeletal disorders. Kemunculan keluhan MSDs terbanyak pada bagian pinggang betis kiri dan pergelangan tangan.Terdapat perbedaan ukuran dimensi kursi sopir bus A dan busB serta perbedaan ukuran pedal dan steer. Sedangkan pada bagian stasiun kerja (pedal dan steer) juga kurang ergonomis karena tinggi pedal dari lantai diameter steer jarak steer ke pengguna dan tinggi steer dari lantai kurang sesuai dengan pedoman Checklist to Monitor Stress Risks In The Bus Driver rsquo s Occupation.


Informasi Detail
DDC
Rs 620.82 ADR a
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, 2021.
Deskripsi Fisik
xvi, 94 lembar : il. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
03364/KI/22
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2021
Subjek
1. MODEL KURSI BUS - PENGARUH ERGANOMIE
2. DESAIN KURSI - MUSCULOSKELETAL DISORDERS
3. BUS SEAT MODEL - ERGANOMIE EFFECT

Pembimbing
1. Marji ; 2. Muhammad Al-Irsad
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik