Tesis
Karakteristik kepemimpinan pastoral kepala sekolah dalam meningkatkan budaya mutu di Sekolah Katolik (studi multikasus di SMAK ST. Fransiskus Saverius dan SMK ST. Aloisius Ruteng, NTT) / Laurentia Angela Rosvita
Abstrak
Kepemimpinan pastoral merupakan salah satu model kepemimpinan yang diterapkan secara khusus pada sekolah yang berbasis katolik. Pemimpin pastoral dapat diidentifikasikan sebagai mereka yang memiliki hati perhatian keberanian dan memimpin untuk menjaga kebutuhan dari para pengikut tidak terbatas dalam menjalankan tugas agama mereka tetapi memiliki hati melayani secara total. Kepemimpinan pastoral memiliki dasar pemikiran bahwa mereka bukan penguasa dalam gereja melainkan pelayan-pelayan yang lebih berperan sebagai motivator fasilitator moderator dan koordinator dalam pengelolaan organisasi gereja. Ini sesuai dengan lingkungan gereja bahwa seorang pemimpin harus mampu mengimplementasikan nilai-nilai melayani dimana pemimpin harus dapat mejadi pelayan dan melayani sesama. Sumber kepemimpinan itu berasal dari Allah sebagai otoritas yang tertinggi. Beberapa sekolah unggulan di Manggarai merupakan sekolah yang dipimpin oleh biarawan yang menerapkan perilaku kepemimpinan pastoral. Sekolah katolik menjadi pilihan sekolah yang menjajikan untuk menghasilkan lulusan terbaik di Manggarai NTT. Keunggulan sekolah katolik dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya yaitu model kepemimpinan pastoral yang menjadi ciri khas dari pemimpin sekolah katolik. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui karakteristik kepemimpinan pastoral kepala sekolah di SMAK St. Fransiskus Saverius Ruteng dan SMK St. Aloisius Ruteng 2) Mengetahui nilai-nilai budaya mutu yang diadopsi di SMAK St. Fransiskus Saverius Ruteng dan SMK St. Aloisius Ruteng 3) Mendeskripsikan nilai-nilai pastoral kepala sekolah dalam meningkatkan budaya mutu di SMAK St. Fransiskus Saverius Ruteng dan SMK St. Aloisius Ruteng dan 4) Mendeskripsikan implementasi kepemimpinan pastoral kepala sekolah dalam meningkatkan budaya mutu di SMAK St. Fransiskus Saverius Ruteng dan SMK St. Aloisius Ruteng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multikasus. Penelitian ini dilaksanakan di dua sekolah berbasis katolik yaitu SMAK St. Fransiskus Saverius dan SMK St. Aloisius Ruteng NTT. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan metode komparatif konstan yang melalui dua tahap yaitu analisis data kasus individu dan lintas kasus. Pengecekan keabsahan data dipergunakan kredibilitas yang berupa (presistent observation triangulasi peer debriefing dan member check.) dependabilitas dan transferabilitas. Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama bentuk karakteristik kepemimpinan pastoral pada Kasus I dan II memiliki kesamaan dan perbedaan hal ini dikarenakan oleh kedua kepala sekolah berada dibawah naungan kongregasi yang berbeda mempunyai spiritualitas pastoral yang berbeda serta nilai-nilai budaya mutu yang berbeda pada kedua kasus. Karakteristik tersebut terdiri dari visioner kreatif inovatif terlibat mau mendengarkan rendah hati Solider transformative dan berani mengambil resiko. Kedua nilai-nilai budaya mutu di sekolah Katolik yang pertama adalah budaya yang bersifat raelistik terdiri dari religiusitas persaudaraan dan kekeluargaan disiplin dan sopan santun. Sekolah dengan misi menumbuhkan keunggulan secara intensif kepada seluruh warga sekolah sehingga nilai budaya mutu yang selalu ditekankan yaitu kompetitif dan kerja keras hal ini diimbangi dengan tanggung jawab yang tinggi dari warga sekolah. Sikap patriotisme ditanamkan dalam diri warga sekolah dikarenakan oleh kenyataan bahwa sebagai sekolah kejuruan warga sekolah berusaha menanamkan semangat juang dalam diri setiap warga sekolah terutama peserta didik yang nantinya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan IDUKA (Industri dan Dunia Kerja). Ketiga nilai-nilai pastoral kepala sekolah yakni 1) Mau melayani dengan totalitas pelayanan dan pengorbanan mendorong kepala sekolah untuk lebih mendengarkan warga sekolah serta memberi keteladan secara konsisten. 2) Kepala sekolah yang merupakan seorang pastor dithabiskan untuk mewartakan injil dan melayani umat memiliki nilai spiritualitas mengurusi. 3) Kepala sekolah yang merupakan seorang Bruder dari konggregasi St. Aloysius (Bruder CSA) dimana sebagai pemimpin bisa menuntun dengan berkorban secara penuh mendorong kepala sekolah memiliki nilai spiritual pastoral menggembalai. Keempat kepemimpinan pastoral dalam meningkatkan budaya mutu pada kedua kasus penelitian yaitu Kepala sekolah dengan sikap visionernya mampu menekankan tujuan dan nilai-nilai budaya mutu dalam diri warga sekolah tidak hanya sampai disitu kepala juga memberikan konsisten memberikan teladan bagi warga sekolah sehingga nilai-nilai dalam budaya mutu semakin ditingkatkan dalam diri warga sekolah. Kreatifitas kepala sekolah mendorong kerja keras dan ide kreatif dari warga sekolah serta mampu membangun komunikasi yang baik antar warga sekolah. Oleh karena itu kepala sekolah berupaya terlibat dalam segala kegiatan yang ada di sekolah hal ini memberikan pengaruh psikologis sehingga dapat meningkatkan kesadaran warga sekolah untuk terus melaksanakan nilai-nilai yang ada.