Skripsi
Penentuan nilai indikasi rata – rata harga pasar pada zona nilai tanah dengan menggunakan analytical hierarchy process di Kecamatan Kota Sumenep / Ilham Nugroho Aji
Abstrak
Saat ini kebutuhan akan tanah dan permintaan akan tanah semakin meningkat khususnya di Kecamatan Kota Sumenep. Wisnu (2017) menyatakan bahwa pada tahun 2010 lahan terbangun di Kecamatan Kota Sumenep seluas 1372 82 Ha dan pada tahun 2014 meningkat menjadi 1409 45 Ha. Peningkatan luas lahan terbangun terjadi akibat besarnya permintaan akan tanah namun lahan yang tersedia luasnya tetap sehingga mendorong terjadinya kenaikan nilai tanah. Tanah memiliki dimensi dan ukuran yang berbeda beda sehingga penilaian tanah tiap orang atau individu akan berbeda pula sehingga untuk menilai suatu nilai tanah memerlukan suatu keahlian. Umumnya penilaian tanah untuk pembuatan Peta Zona Nilai Tanah (ZNT) dilakukan dengan model penilaian tanah secara masal dan menggunakan prosedur perbandingan pasar tiap zonanya. Suatu zona akan terdapat kawasan yang tidak seharusnya menjadi satu zona karena kondisi wilayah dan menyebabkan ketidak adilan menilai akan tanah. Oleh karena itu metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dipilih untuk membuat suatu zona dengan mempertimbangkan beberapa parameter wilayah. Perhitungan AHP yang telah dilakukan diperoleh kriteria faktor penentu nilai tanah yaitu aksesbilitas dengan bobot kepentingan 64% penggunaan lahan 12% dan fasilitas umum 24%. Perhitungan bobot tersebut kemudian diaplikasikan pada analisis spasial sehingga dapat dikelompokkan menjadi suatu area yang memiliki bobot yang sama dan mengasumsikan bahwa area yang memiliki bobot yang sama atau yang hampir sama. Area yang memiliki bobot yang sama atau hampir sama akan mempunyai nilai tanah yang hampir sama pula. Semakin tinggi bobot suatu area yang yang terbentuk mengindikasikan bahwa area tersebut memiliki nilai tanah yang tinggi.