Skripsi
Kapasitas lentur sambungan cold-formed steel (cfs) dengan variasi jumlah sekrup / I Gede Agung Shri Parta H
Abstrak
RINGKASAN Agung I Gede. 2020. Kapasitas Lentur Sambungan Cold Formed Steel (CFSI) dengan Variasi Jumlah Sekrup. Skripsi Program Studi S1 Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Nindyawati S.T. M.T. (II) Drs. Adjib Karjanto S. T. M. T. Kata Kunci Baja Canai Dingin Sambungan Kapasitas Lentur Defleksi Daktilitas Baja canai dingin atau cold formed steel adalah salah satu invoasi material yang sudah cukup umum digunakan. Pada konstruksi ringan seperti rangka atap baja canai dingin memiliki beberapa keunggulan dibandingkan baja gilas panas atau baja konvensional. Keunggulan tersebut antara lain adalah bobot yang lebih ringan per satuan panjang dan proses pengerjaan yang lebih mudah. Namun masalah yang kerap ditemui pada konstruksi baja canai dingin yaitu dimensi sambungan dan beban layan yang digunakan belum sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh SNI 7971-2013. Dalam pengaplikasiannya pada konstruksi baja canai dingin menggunakan bebeapa tipe sambungan salah satunya adalah sambungan sekrup. Sambungan yang digunakan pada suatu segmen juga akan memengaruhi kekuatan struktural pada elemen tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meninjau pengaruh jumlah sekrup yang digunakan pada suatu sambungan terhadap kapasitas lentur elemen struktur tersebut. Untuk mengamati interaksi sambungan dan kapasitas lentur dibuat benda uji berupa kantilever dengan batang vertikal dan horizontal menggunakan baja canai dingin profil C 75.75. Data utama yang didapatkan berupa beban dan defleksi batang horizontal dan selanjutkan digunakan untuk mencari nilai daktilitas struktur. Hasil penelitian ini yaitu (1) Benda uji dengan sambungan 4 sekrup mengalami peningkatan beban ultimit dan kapasitas lentur sebesar 151 16% dari benda uji dengan sambungan 2 sekrup (2) Daktilitas benda uji variasi 2 sekrup dan 3 sekrup termasuk dalam kategori brittle sedangkan benda uji variasi 4 sekrup termasuk kategori low ductility (3) Defleksi yang terjadi pada benda uji seluruhnya melebihi defleksi maksimum yang diijinkan dari desain.