Skripsi
Analisis implementasi stem pada model project based learning di pelajaran teknik pemesinan bubut (studi kasus di smk canda bhirawa pare) / Muhammad Shafiul Amri
Abstrak
Pendidikan kejuruan memiliki peran sangat penting dalam meningkatkan SDM yaitu dengan meningkatkan kemampuan multidisiplin. Salah satu model pembelajaran multidisipliner dapat dihasilkan melalui penggabungan model PjBL dan STEM. Para guru di SMK yang mengampu mata pelajaran kejuruan harus mampu mendesain pembelajaran yang bertujuan meningkatkan dan mengembangkan kemampuan kognitif psikomotorik dan afektif. Namun fakta di lapangan menunjukan keterkaitan disiplin ilmu dari STEM belum optimal dan teknik evaluasi hanya terfokus pada hardskills. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi STEM PjBL di SMK Canda Bhirawa Pare dalam menunjang keberhasilan praktikum pemesinan bubut lanjut. Implementasi tersebut ditinjau dari segi karakteristik implementasi dan hambatan STEM dalam menunjang keberhasilan praktikum pemesinan bubut lanjut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis rancangan penelitian studi kasus. Lokasi penelitian di SMK Canda Bhirawa Pare. Sumber data penelitian adalah Waka Kurikulum Kepala Program Teknik Mesin Guru Produktif gambar teknik mesin pekerjaan dasar teknik mesin dasar perancangan teknik mesin teknik pemesinan gerinda teknik pemesinan bubut 1 dan 2 dan Guru Aadaptif fisika kimia dan matematika. Data penelitian dikumpulkan menggunakan teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Pengecekan keabsahan data dilakukan menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data model interaktif. Hasil Penelitian terkait implementasi STEM pada model PjBL sebagai berikut (1) karakteristik kondisi STEM dalam model PjBL teknik pemesinan bubut lanjut penting adanya kebijakan kolaborasi dan koordinasi antarmata pelajaran dan proses perencanaan STEM yang baik. (2) implementasi STEM pada model PjBL teknik pemesinan bubut lanjut penting adanya keterkaitan konten mata pelajaran muatan STEM penting adanya pola sinkronisasi yang membahas proses pendekatan STEM pola penilaian hasil belajar teknikal dan karakter kerja menggunakan metode observasi dan penugasan dengan prosentase 30% karakter kerja dan 70% hasil belajar teknikal dan (3) hambatan STEM pada model PjBL teknik pemesinan bubut lanjut tidak adanya kebijakan dan tidak adanya kolaborasi atau team teaching antar guru mata pelajaran minimnya fasilitas pembelajaran di mata pelajaran fisika dan kimia dan minimnya waktu pelaksanaan pembelajaran.