Skripsi
Makna sesaji pada tradisi baritan Desa Dermojayan Kabupaten Blitar / Whilda Syafitri
Abstrak
Penelitian ini mengkaji tentang tradisi yang disebut Baritan sebuah tradisi spiritual yang menampilkan masyarakat di ruang publik sehingga tampil sebagai pertunjukan. Baritan ini diselenggarakan setiap bulan suro dalam hitungan kalender Jawa. Masyarakat yang masih melestarikan tradisi tersebut salah satunya adalah di Desa Dermojayan Kabupaten Blitar. Realitas menunjukkan bahwa tradisi yang memiliki nilai spiritual tinggi tidak banyak generasi muda yang memahami makna yang terkandung dalam tradisi tersebut baik dalam bentuk simbol-simbol yang ada pada perlengkapan ritual maupun tindakan-tindakan. Oleh sebab itu maka peneliti akan mengkaji dan menginformasikan kembali tentang Makna Sesaji Tradisi Baritan. Metode yang digunakan adalah diskriptif kualitatif dengan menggunakan data wawancara dengan narasumber kunci yaitu Maryatim (55 th) sesepuh desa Dermojayan Semin (70 th.) pemimpin ritual di lingkungan RT02 Desa Dermojayan dan narasumber lain yang berkopeten serta dilakukan observasi pada kegiatan ritual Baritan pada bulan suro tepatnya pada hari jumat legi atau tanggal 20 Agustus 2021 serta menggunakan dokumen miliki arsip Desa Dermojayan. Analisis data menggunakan interpertasi. Hasil penelitian (1) pelaksanaan prosesi pertunjukan Baritan yang menunjukan simbol ikatan sosial (2) makna simbolik dari perlengkapan pertunjukan Baritan yaitu sebagai tolak balak bagi orang yang berpergian atau beraktifitas dijalanan agar roh roh yang penasaran tidak mengganggu.