Skripsi
Studi eksperimental perilaku balok beton gradasi dengan penggunaan tulangan maksimum / Yopy Novitasari
Abstrak
RINGKASAN Novitasari Y. 2021. Studi Eksperimental Perilaku Balok Beton Gradasi dengan Penggunaan Tulangan Maksimum. Skripsi Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang Pembimbing (I) Mohammad Sulton S.T. M.T (II) M. Mirza Abdillah Pratama S.T. M.T Kata Kunci Balok Beton Bertulang Balok Beton Gradasi Beban Maksimum Defleksi Daktilitas Pola Retak Energi Disipasi Potensi balok gradasi mampu meningkatkan capaian beban dan kekakuan dengan perolehan nilai daktilitas mendekati beton mutu tertingginya serta keuntungan berupa pengurangan penggunaan material semen membuka peluang balok gradasi didesain dengan menggunakan tulangan maksimum. Harapannya nilai daktilitas yang dihasilkan hampir setara dengan beton mutu tertingginya dengan maksud mengurangi potensi balok mengalami kegagalan getas (brittle). Harapannya balok gradasi dengan penggunaaan tulangan maksimum mampu diaplikasikan di lapangan dengan tetap memperhatikan faktor keamanan suatu elemen struktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkomparasi capaian beban dan defleksi pada saat retak pertama tulangan leleh dan ultimate nilai daktilitas pola retak dan energi disipasi dari balok beton gradasi terhadap balok konvensional. Spesimen terdiri dari balok konvensional dan gradasi yang masing-masing berjumlah 4 (empat) buah dengan balok gradasi yang menggunakan mutu beton 60 MPa pada bagian serat tekan dan mutu beton 20 MPa pada bagian serat tarik balok. Pengujian dilakukan ketika spesimen balok berumur 28 hari. Hasil dari pengujian balok gradasi diamati dan dikomparasikan terhadap balok konvensional. Hasil penelitian ini yaitu (1) Nilai beban pada saat retak pertama dan tulangan leleh memiliki tren data yang fluktuatif. Pada kondisi ultimate nilai beban balok gradasi bertulangan maksimum maupun balok beton bertulang konvensional memiliki tren yang seragam. Persentase beban ultimate terbesar ditunjukkan oleh balok gradasi GO 1/2 60 jika dibandingkan balok kontrol RO 1/2 60 yaitu sebesar 33.91%. Tinjauan untuk defleksi dibuat seragam yaitu pada beban 40 kN nilai defleksi balok gradasi bertulangan maksimum lebih kecil dibandingkan balok balok beton bertulang konvensional. (2) Nilai daktilitas balok beton bertulang konvensional keseluruhan memiliki tingkat daktilitas elastik penuh untuk dua buah spesimen balok gradasi bertulangan maksimum memiliki tingkat daktilitas elastik penuh dan dua lainnya tergolong daktail secara parsial. (3) Pola kegagalan yang terjadi pada balok gradasi bertulangan maksimum maupun balok balok beton bertulang konvensional yaitu 7 (tujuh) dari 8 (delapan) spesimen mengalami kegagalan yang diawali dengan gagal lentur yang kemudian disertai dengan gagal geser. (4) Energi disipasi balok gradasi bertulangan maksimum mayoritas memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan energi disipasi balok beton bertulang konvensional.