Skripsi
Perilaku abnormal tokoh dalam antologi cerpen bingung karya mahasiswa psikologi uin maulana malik ibrahim malang / Rofiad Darojad Diyaningsih
Abstrak
Perilaku abnormal erat kaitanya dengan norma statistik yakni seberapa sering atau jarang kah perilaku itu dalam populasi secara umum. Menurut definisinya orang yang mengalami kecemasan atau depresi dengan tingkat yang luar biasa tinggi akan dianggap abnormal karena mereka mengalami penyimpangan dari norma yang diharapkan. Secara bahasa abnormal diartikan sebagai suatu keadaan yang tidak sesuai dengan kebiasaan mempunyai kelainan atau tidak normal. Perilaku abnormal dibagi menjadi beberapa tipe. Tipe gangguan-gangguan tersebut diantaranya gangguan kecemasan gangguan skizofrenia gangguan disosiatif gangguan sematoform gangguan kenalakalan remaja dan lain-lain. Fokus penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perilaku abnormal dengan gangguan-gangguan tersebut pada tokoh-tokoh dalam antologi cerpen Bingung karya mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian teks sedangkan pendekatan teori yang digunakan adalah psikologi sastra dengan objek kajian antologi cerpen Bingung karya karya mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Data penelitian ini adalah kutipan-kutipan berupa narasi dialog dan monolog yang ada pada antologi cerpen Bingung. Pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara klasifikasi reduksi data penyajian data penafsiran data dan penarikan kesimpulan. Untuk mengecek keabsahan data digunakan teknik ketekunan dan keajegan peneliti diskusi dengan ahli dan teman sejawat. Tahap-tahap penelitian ini meliputi tahap persiapan tahap pelaksanaan dan tahap pelaporan. Data dalam penelitian ini berupa satuan kutipan yang menunjukkan paparan kebahasaan yang memuat perilaku abnormal tokoh. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh tiga simpulan. Pertama hasil penelitian berupa bentuk-bentuk perilaku abnormal tokoh dalam antologi cerpen Bingung dengan menggunakan pedoman dari DSM-IV edisi revisi. Terdapat 4 tipe perilaku abnormal dalam antologi cerpen Bingung yaitu (1) gangguan kecemasan (2) gangguan skizofrenia (3) gangguan disosiatif (4) perilaku abnormal pada masa kanak-kanak dan remaja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gangguan kecemasan merupakan gangguan yang paling banyak ditemukan dalam antologi cerpen Bingung sedangkan gangguan yang paling sedikit ditemukan adalah gangguan disosiatif. Kedua setelah meneliti bentuk-bentuk perilaku abnormal tokoh penelitian ini juga memaparkan penyebab dan penanganan abnormalitas yang dialami oleh tokoh-tokoh dalam antologi cerpen Bingung. Penyebab perilaku abnormal tokoh dapat berasal dari dalam maupun dari luar individu. Penyebab dan penanganan dalam pada antologi cerpen Bingung banyak ditemukan pada cerpen dengan tokoh yang mengalami gangguan kecemasan karena gangguan ini lebih banyak diceritakan daripada gangguan lain. Dalam penelitian ini tidak ditemukan penyebab dan penanganan gangguan disosiatif pada tokoh. Penyebab-penyebab perilaku abnormal yang ditemukan dalam antologi cerpen Bingung diantaranya kejadian traumatis masa lalu yang kelam dan kematian seseorang yang dapat menyebabkan gangguan kecemasan masalah-masalah yang membuat tokoh tertekan sehingga mengalami gangguan skizofrenia dan perpisahan orangtua yang menyebabkan perilaku abnormal pada masa kanak-kanak dan remaja. Sedangkan penanganan-penanganan perilaku abnormal yang ditemukan dalam setiap gangguan hampir sama diantaranya bantuan dari orang sekitar berupa terapi dan motivasi motivasi dari diri sendiri obat-obatan dan penanganan dari para ahli. Ketiga peneliti juga meneliti teknik penceritaan perilaku abnormal tokoh oleh pengarang dengan menggunakan teori teknik penceritaan dari Nurgiyantoro. Dalam antologi cerpen Bingung terdapat 7 teknik penceritaan perilaku abnormal tokoh diantaranya (1) teknik secara langsung (2) teknik cakapan (3) teknik tingkah laku (4) teknik pikiran dan perasaan (5) teknik arus kesadaran (6) teknik reaksi tokoh dan (7) teknik reaksi tokoh lain. Teknik yang paling banyak digunakan adalah teknik pikiran dan perasaan sedangkan yang paling sedikit adalah teknik reaksi tokoh lain. Saran ditujukan kepada penulis sastra dan peneliti sastra selanjutnya. Kepada penulis cerita dengan penekanan psikologi tokoh untuk lebih memerhatikan bagian penyebab dan penanganan karena hal tersebut merupakan bagian yang sangat penting. Kepada peneliti sastra selanjutnya diharapkan untuk meneliti perilaku abnormal tokoh dalam antologi cerpen psikologi edisi-edisi selanjutnya dengan gangguan-gangguan yang lebih kompleks.