Skripsi
Analisis dokumen pelaksanaan gerakan literasi sekolah di SDN Polehan 2 Kota Malang / Mustika Pangastuti
Abstrak
Gerakan literasi sekolah merupakan langkah nyata pemerintah guna mewujudkan cita-cita pendidikan nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Setiap pelaksana gerakan literasi mempunyai cara berbeda-beda dalam pelaksanaannya di sekolah disesuaikan dengan kondisi kesiapan sarana dan prasarana serta kesiapan sumber daya manusia. Gerakan literasi sekolah mulai dilaksanakan di SDN Polehan 2 Kota Malang sejak tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini hanya meneliti pelaksanaan gerakan literasi yang telah terekam dalam dokumen sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan gerakan literasi di SDN Polehan 2 Kota Malang tahun ajaran 2019/2020 semester gasal dan untuk mengetahui kendala yang dihadapi pada pelaksanaan gerakan literasi sekolah. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan wawancara. Analisis data menggunakan reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi. Berdasar data hasil analisis dapat disimpulkan pelaksanaan gerakan literasi di sekolah sudah memenuhi instrumen dari 4 aspek yang diteliti yaitu aspek literasi dasar aspek sarana prasarana aspek lingkungan kaya literasi dan aspek pelibatan publik. Terpenuhinya keempat aspek tersebut sesuai dengan data dalam dokumen dan dapat dibuktikan dengan adanya hasil karya siswa sebagai tagihan kegiatan literasi foto kegiatan yang mendukung lingkungan sekolah yang mendukung kegiatan literasi serta adanya kerjasama dengan wali siswa dan pihak perpustakaan umum. Sedangkan kendala yang dihadapi antara lain terbatasnya waktu pelaksanaan kegiatan literasi pemakaian metode membaca dan kegiatan literasi yang berbeda karena menyesuaikan perkembangan siswa adanya kegiatan literasi dasar yang belum bisa dilaksanakan dan belum adanya pelatihan secara professional tentang literasi kepada staf dan guru di sekolah. Saran yang dapat diberikan untuk sekolah hendaknya menambahkan kegiatan literasi diluar jadwal untuk memaksimalkan kegiatan membaca 15 menit di pagi hari bekerjasama dengan orang tua siswa untuk terlibat aktif meningkatkan keterampilan membaca siswa merencanakan kegiatan literasi finansial yang sesuai dengan usia siswa mengajukan pengadaan pelatihan secara profesional mengenai literasi kepada pihak-pihak institusi yang terkait atau bekerjasama dengan suatu institusi yang dapat memberikan pelatihan khusus terkait literasi.