Skripsi
Pengembangan game edukasi android matholic berdasarkan tingkat berpikir geometri van hiele pada materi bangun datar di kelas iv Sekolah Dasar / Windu Wiyana
Abstrak
Pandemi COVID-19 menyebabkan munculnya kebijakan pembelajaran daring di jenjang sekolah dasar. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas IV SDN Tlumpu selama pembelajaran daring siswa tidak mengumpulkan tugas tepat waktu karena cenderung menggunakan smartphone miliknya untuk bermain game. Muatan yang sulit diterima siswa adalah muatan matematika khususnya materi bangun datar. Dalam pembelajaran matematika guru pernah menggunakan media pembelajaran berupa game yaitu teka teki silang namun game tersebut masih sederhana dan hanya untuk pengenalan istilah. Guru memerlukan media pembelajaran yang menyenangkan untuk siswa membantu siswa memahami materi interaktif dan mampu menghadirkan wujud konkret benda dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Oleh karena itu peneliti mengembangkan game edukasi android yang diberi nama matholic. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan matholic berdasarkan tingkat berpikir geometri Van Hiele pada materi bangun datar kelas 4 sekolah dasar yang valid menurut ahli materi ahli media dan guru serta praktis bagi siswa. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE yang memuat 5 tahapan yaitu analisis desain pengembangan implementasi dan evaluasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 4 SDN Tlumpu Kota Blitar. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian yaitu pedoman wawancara dan angket. Data yang diperoleh berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif berasal dari hasil wawancara guru serta kritik dan saran ahli materi ahli media guru kelas dan siswa. Sedangkan data kuantitatif diperoleh dari hasil angket analisis kebutuhan siswa uji validasi uji kepraktisan dan evaluasi siswa. Data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Sedangkan data kuantitatif dianalisis dengan teknik persentase lalu diinterpretasikan berdasarkan kategori yang telah ditentukan. Tingkat validitas matholic menurut para ahli secara berturut-turut yaitu oleh ahli materi 95 835% ahli media 94 4% dan guru kelas 98% yang artinya matholic sangat valid. Tingkat kepraktisan matholic menurut siswa saat uji coba kelompok kecil dan uji lapangan menunjukkan nilai 95% dan 97 7% yang artinya matholic sangat praktis. Hasil rata-rata nilai evaluasi pada uji coba kelompok kecil dan uji lapangan yaitu 87 7 dan 96 4 yang artinya sudah berada di atas nilai KKM. Berdasarkan hasil uji validasi uji kepraktisan dan nilai evaluasi maka dapat disimpulkan bahwa matholic dinyatakan valid dan praktis. Saran dari peneliti yaitu (1) hendaknya matholic disebarluaskan di sekolah lain agar dapat dirasakan manfaatnya oleh siswa di sekolah lain (2) produk perlu dilengkapi dengan materi geometri lainnya (3) memperbanyak soal evaluasi (4) melakukan perbaikan sistem agar matholic dapat dijalankan di semua versi android.