Skripsi
Upacara adat ceprotan sebagai inspirasi penciptaan karya seni lukis / Satria Aji Wijaya
Abstrak
Upacara Adat Ceprotan merupakan salah satu budaya lokal di Indonesia khususnya dari daerah Pacitan tepatnya di Desa Sekar Donorojo yang masih eksis hingga saat ini. Ironinya budaya lokal kini mulai tergerus karena adanya era globalisasi yang mengubah gaya hidup modern serta minimnya generasi penerus bangsa yang enggan melestarikan budaya lokal sehingga budaya lokal terancam punah. Adanya pengenalan budaya lokal ke masyarakat luas serta generasi penerus maka budaya bisa tetap lestari dan hidup. Berdasarkan hal tersebut pencipta terdorong untuk mengekspresikan serangkaian acara Upacara Adat Ceprotan melalui bentuk karya seni lukis. Tujuan penciptaan ini untuk mengenalkan Upacara Adat Ceprotan kepada masyarakat melalui bentuk sebuah karya seni lukis dekoratif dengan mengangkat tentang Upacara Adat Ceprotan yang selalu dilaksanakan setahun sekali pada bulan Longkang (DzulQa idah) hari Senin Kliwon. Metode penciptaan penelitian ini menggunakan metode dari Alma Hawkins yang terdiri atas tiga tahapan yaitu eksplorasi improvisasi dan pembentukan. Karya lukis yang dihasilkan berjumlah 6 karya yang memvisualkan bagaimana proses awal hingga akhir dalam pelaksanaan Upacara Adat Ceprotan. Karya seni ditampilkan sebagai upaya pelestarian serta pengenalan budaya kepada masyarakat luas khususnya kepada generasi penerus bangsa.