Skripsi
Pengembangan media pembelajaran destructive test berbasis augmented reality untuk pembelajaran pengetahuan bahan teknik / Ilham Yahya Arwiansha
Abstrak
Secara konvensional kegiatan perkuliahan pengetahuan bahan teknik cenderung dilakukan dengan memberikan ceramah dengan bantuan LCD proyektor melakukan tanya jawab serta pembahasan soal melalui buku teks maupun modul yang telah disediakan oleh pendidik dan sesuai dengan materi pelajaran. Permasalahannya peserta didik kurang dapat memahami buku teks maupun modul yang diberikan terutama saat belajar mandiri diluar kelas. Pemanfaatan Augmented Reality dalam media pembelajaran dinilai bisa meningkatkan minat peserta didik karena dapat mengubah gambar objek dua dimensi menjadi objek yang nyata melalui smartphone. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan membuat media pembelajaran destructive test berbasis augmented reality untuk pembelajaran pengetahuan bahan teknik serta untuk menguji kelayakan dari media pembelajaran yang dibuat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah research and development dengan menggunakan model ADDIE. Metode research and development menghasilkan produk pengembangan serta menguji produk hasil pengembangan. Model ADDIE berisi lima tahapan yakni analyze (analisis) design (desain) development (pengembangan) implementation (penerapan) evaluation (evaluasi). Model penelitian ADDIE ini dipilih karena mempunyai tahapan pengembangan produk yang rasional dan sesuai. Pada penelitian dan pengembangan ini menghasilkan produk media pembelajaran berupa aplikasi yang memanfaatkan teknologi augmented reality pada smartphone berbasis android. Media pembelajaran ini digunakan sebagai penunjang dalam pembelajaran mata kuliah pengetahuan bahan teknik khususnya pada materi pengujian bahan destruktif dengan metode pengujian vikers dan rockwell. Media pebelajaran ini dapat diakses dimana saja kapanpun dan dimanapun. Pada pengembangan produk media pembelajaran ini dilakukan uji kelayakan oleh validator ahli media validator ahli materi uji kelompok kecil dan uji lapangan. Skor yang diperoleh dari validator ahli media mendapat rerata skor 55 5 dengan kategori sangat layak dari validator ahli materi mendapat rerata skor 55 dengan kategori sangat layak dari uji coba kelompok kecil mendapat rerata skor 45 05 dengan kategori layak dan uji lapangan mendapat rerata skor 47 46 dengan kategori layak. Sehingga dari hasil tersebut dapat disimpulkan media pembelajaran layak digunakan dalam proses pembelajaran.