UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Karakterisasi beton self compacting concrete (SCC) mutu 25 MPA menggunakan agregat gradasi sela (GAP Graded) / Syafaat Turmuji

Turmuji, Syafaat - Nama Orang;

Abstrak
Beton SCC (Self Compacting Concrete) merupakan beton yang dengan sendirinya mampu memadat tanpa bantuan alat penggetar (vibrator) dapat mengalir dan mengisi bekisting yang rumit untuk dijangkau serta melewati sela-sela tulangan rapat dengan tetap menjaga kehomogenitasannya. Pada beton SCC untuk meningkatkan kemampuan kerja (workability) maka perlu dilakukan penambahan aditif untuk meningkatkan sifat-sifat beton sesuai dengan sifat-sifat beton yang diinginkan. Indonesia telah menerbitkan beberapa standar mix design mulai dari SNI 03-2834-1993 PBI 1971 N.I.-2 SNI 03-2834-2000 dan yang terkini SNI 7656 2012. Namun kenyataan di lapangan gradasi agregat kasar yang digunakan adalah agregat seragam atau tak kontinu (gap-graded) hal ini tentunya tidak memenuhi dengan apa yang diisyaratkan di SNI yaitu gradasi agregat yang menerus. Maka dari itu digunakan metode Dreux-Gorisse yang sesuai dengan kondisi pembuatan campuran beton di lapangan. Sangat penting untuk mempelajari beton dengan agregat bergradasi gap menurut metode Dreux-Gorisse dan penggunaan agregat bergradasi gap untuk desain beton mungkin lebih realistis daripada metode SNI. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan hasil uji kuat tekan modulus elastisitas dan kuat tarik belah beton normal dan beton SCC menggunakan agregat bergradasi gap. Untuk uji kuat tekan beton normal mendapatkan hasil rata-rata pada umur 7 dan 28 hari adalah 18 16 MPa dan 27 24 MPa. Sedangkan untuk kuat tekan rata-rata beton SCC pada umur 7 dan 28 hari adalah 21 79 MPa dan 29 72 MPa. Untuk hasil modulus elastisitas beton normal mendapatkan nilai rata-rata sebesar 32880 MPa dan beton SCC sebesar 32532 MPa. Untuk hasil kuat tarik belah beton normal sebesar 2 369 MPa sedangkan untuk beton SCC sebesar 2 613 MPa. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan dapat dianalisis bahwa yang memiliki kemampuan paling baik adalah silinder beton SCC yang menggunakan agregat bergradasi gap itu sudah dibuktikan dengan hasil dari uji kuat tekan modulus elastisitas dan kuat tarik belah yang menunjukkan hasil yang lebih baik dari pada beton normal.


Informasi Detail
DDC
Rs 624.18341 TUR k
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Teknik Sipil, 2022.
Deskripsi Fisik
xiv, 111 lembar : ilus. ; 30cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
06901/KI/22
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2022
Subjek
1. BETON BERTULANG - KARAKTERISASI
2. REINFORCED CONCRETE - CHARACTERIZATION

Pembimbing
1. Boedya Djatmika
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik