Tesis
Kontribusi pendidikan kewirausahaan, kompetensi keahlian dan pengalaman praktek kerja lapangan terhadap kematangan vokasional siswa Sekolah Menengah Kejuruan / Siti Afida
Abstrak
Lulusan SMK harus menguasai aspek hard skills dan soft skills tenaga kerja yang terampil tidak hanya mengandalkan serapan tenaga kerja dari industri melainkan mampu berwirausaha menciptakan lapangan kerja sendiri sesuai dengan kompetensinya. Hard skills terdiri atas kecakapan teknis dari pendidikan kewirausahaan dan penguasaan kompetensi keahlian sedangkan soft skills dari pengalaman PKL di industri adalah kecakapan intrapersonal dan interpersonal sehingga lulusan SMK siap memasuki dunia kerja maupun berwirausaha. Namun fakta di lapangan masih banyak ditemukan lulusan SMK yang bekerja tidak sesuai dengan bidang keahliannya. Badan Pusat Statistik menempatkan lulusan SMK masih menempati urutan tertinggi dalam data tingkat pengangguran terbuka 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pendidikan kewirausahaan kompetensi keahlian dan pengalaman PKL terhadap kematangan vokasional siswa SMK. Metode penelitian kuantitatif dibutuhkan untuk mengetahui kontribusi variabel bebas pada variabel terikat. Populasi yang dilibatkan adalah siswa SMK Kelas XII kompetensi keahlian sektor ekonomi kreatif di SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Tulungagung sejumlah 283 siswa. Dengan menggunakan teknik proportional random sampling diperoleh 200 sampel siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan angket. Dokumentasi dilakukan untuk mengumpulkan data variabel pendidikan kewirausahaan dan kompetensi keahlian yang bersumber dari nilai raport. Angket dibutuhkan untuk mengumpulkan data dari variabel pengalaman PKL dan kematangan vokasional siswa SMK. Selanjutnya teknik analisis datanya menggunakan regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan berkontribusi terhadap kematangan vokasional sebesar 2 5%. Kompetensi keahlian berkontribusi terhadap kematangan vokasional sebesar 2 1%. Pengalaman PKL berkontribusi terhadap kematangan vokasional sebesar 24 9%. Pendidikan kewirausahaan dan kompetensi keahlian memberikan kontribusi positif terhadap kematangan vokasional sebesar 5%. Pendidikan kewirausahaan dan pengalaman praktik kerja lapangan memberikan kontribusi positif terhadap kematangan vokasional sebesar 26 6%. Kompetensi keahlian dan pengalaman praktik kerja lapangan memberikan kontribusi positif terhadap kematangan vokasional sebesar 26 3% dan Pendidikan kewirausahaan kompetensi keahlian dan pengalaman PKL memberikan kontribusi positif terhadap kematangan vokasional sebesar 27 8%. Berdasarkan temuan tersebut disimpulkan bahwa variabel pendidikan kewirausahaan dan kompetensi keahlian memberikan kontribusi positif namun lemah sehingga diperlukan tinjauan pelaksanaan pembelajaran pendidikan kewirausahaan dan penguasaan kompetensi keahlian. Hal ini penting dilakukan untuk meningkatkan kematangan vokasional siswa SMK.