Skripsi
Pengembangan bahan ajar kesetimbangan kimia berbasis process oriented guided inquiry learning (pogil) yang berorientasi keterampilan berpikir kritis / Anggun Frista Utami
Abstrak
Keterampilan berpikir kritis merupakan bagian dari keterampilan berpikir tingkat tinggi yang diperlukan dalam memahami konsep abstrak dengan lebih mudah. Keterampilan berpikir kritis diperlukan siswa dalam kegiatan pembelajaran pada abad ke-21. Siswa harus cepat tanggap terhadap perubahan sehingga membutuhkan keterampilan intelektual yang baik kemampuan menganalisis persoalan dan memadukan berbagai sumber ilmu pengetahuan untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Salah satu materi dalam pembelajaran kimia di kelas XI IPA yang berkaitan dengan konsep adalah kesetimbangan kimia. Siswa dapat diajak untuk mengamati fenomena kesetimbangan kimia dalam kehidupan sehari-hari serta siswa dapat diajak untuk merancang dan melakukan percobaan. Dengan demikian siswa akan terpacu untuk berpikir kritis dan mendapatkan pengalaman secara langsung dalam mempelajari materi tersebut bukan hanya terus menerus dihadapkan dengan teori dan hitungan. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa adalah melalui pengembangan bahan ajar berbasis model pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan dan mengevaluasi kelayakan bahan ajar kesetimbangan kimia berbasis POGIL yang berorientasi keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pengembangan model 4-D yang terdiri dari empat tahap yakni define (pendefinisian) design (perancangan) develop (pengembangan) dan disseminate (penyebaran). Namun demikian penelitian ini masih sampai ke dalam tahap develop belum sampai tahap disseminate. Kelayakan bahan ajar diuji menggunakan angket validasi ahli dan uji keterbacaan. Validator ahli terdiri dari 3 guru SMAN 1 Barat Kabupaten Magetan. Subjek uji keterbacaan merupakan kelompok kecil yang berjumlah 10 siswa kelas XI-MIPA 2 SMAN 1 Barat. Hasil validasi oleh 3 guru dari berbagai aspek diperoleh rata-rata sebesar 87 47% dengan kategori sangat layak dan uji keterbacaan oleh siswa diperoleh rata-rata sebesar 87 99% dengan kategori sangat layak. Hasil data tersebut dapat diartikan bahwa bahan ajar kesetimbangan kimia yang dikembangkan peneliti layak dilanjutkan ke uji lapangan.