Skripsi
Hiperrealitas penggunaan gadget pada siswa (studi kasus siswa pengguna smartphone di sma kota malang) / RM Thareq Rahmatullah
Abstrak
Zaman yang semakin berkembang membawa pengaruh yang cukup signifikan terhadap perkembangan teknologi terutama gadget. Gadget semakin banyak digunakan oleh manusia terlebih lagi di masa pandemi yang mengharus bekerja dan belajar dari rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hiperrealitas penggunaan gadget pada kalangan siswa SMA di Kota Malang dan mendeskripsikan dampak yang terjadi pada siswa dari adanya hiperrealitas penggunaan gadget. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah SMA Negeri 8 Malang dan SMA Negeri 7 Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan wawancara melalui whatsapp dan zoom secara daring. Proses analisis data dilakukan dengan tiga tahapan yaitu proses pengamatan objek penelitian proses pengumpulan data penelitian dan proses analisis data. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan melakukan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena hiperrealitas yang terjadi pada siswa dalam menggunakan gadget merupakan tren terkini. Penggunaan gadget semakin masif terlebih di masa pandemi sekarang ini mengharuskan proses pembelajaran dilakukan secara online. Hal tersebut didukung iklan yang semakin mendorong konsumsi penggunaan gadget. Siswa telah masuk dalam hiperrealitas yang dibentuk oleh media masa dan lingkungan yaitu mengenai eksistensi diri dari kepemilikan dan penggunaan gadget atau smartphone. Siswa tidak lagi menggunakan gadget atau smartphone sekedar untuk memenuhi kebutuhan belajar dan komunikasi. Namun lebih dari itu mereka menggunakan gadget atau smartphone untuk memenuhi eksistensi diri dalam lingkungan pertemanannya. Dampak dari adanya hal tersebut adalah tidak peduli pada fungsi dasar gadget atau smartphone sebagai alat komunikasi dan belajar bagi pelajar kepemilikan gadget atau smartphone justru banyak didasari karena eksistensi diri dan mengikuti tren teknologi. Kelompok-kelompok yang tidak terlalu membutuhkan gadget atau smartphone menjadi sangat mendewakan kepemilikan gadget atau smartphone dan harus memilikinya sesuai tren.