Skripsi
Pengaruh pajak, mekanisme bonus, tunneling incentive dan exchange rate terhadap keputusan transfer pricing pada perusahaan manufaktur yang listing di bursa efek Indonesia (bei) periode 2017 - 2019 / Abdul Rachman Muchlis
Abstrak
Praktik transfer pricing umumnya muncul akibat adanya penghindaran pajak oleh manajemen perusahaan. Tax rate yang tinggi mengakibatkan manajemen melakukan pengalihan aset ke perusahaan atau pihak yang berada dibawah kendali di negara-negara yang memiliki tax rate rendah. Faktor lain yaitu skema bonus yang bertujuan meningkatkan kompensasi manajemen yang ditentukan pada keuntungan yang diperoleh perusahaan. Struktur kepemilikan juga menjadi motivasi manajemen untuk memindahkan aset guna kepentingan pribadi atau pemegang saham mayoritas disebut juga dengan tunneling. Hal ini tidak jarang terjadi apabila persentase saham hanya dimiliki oleh sebagian kecil pihak dan dapat merugikan pemilik saham minoritas. Ketidakstabilan nilai tukar mata uang juga mempengaruhi manajemen dengan mengalihkan aset ke mata uang yang lebih kuat risiko nilai tukar bisa diminimalisir. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pajak mekanisme bonus tunneling incentive dan exchange rate pada keputusan transfer pricing. Data yang digunakan yaitu data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan yang dianalisis dan diperoleh melalui website resmi (www.idx.co.id). Adapun populasi penelitian adalah perusahaan manufaktur yang listing di BEI periode 2017-2019. Diperoleh sampel penelitian sebanyak 15 perusahaan dengan metode purposive sampling serta menggunakan regresi logistik sebagai alat analisis data dengan bantuan program SPSS 18. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tunneling incentive berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan perusahaan manufaktur untuk melakukan transfer pricing. Sedangkan pajak mekanisme bonus dan variabel exchange rate tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan perusahaan manufaktur untuk melakukan transfer pricing.