Disertasi
Kajian hermeneutika nilai-nilai Suluk Linglung Sunan Kalijaga sebagai salah satu landasan Filosofis konseling Indonesia / Edris Zamroni
Abstrak
Kajian tentang nilai-nilai kearifan local Indonesia penting terus dilakukan untuk menjadikan landasan filosofis yang kuat dalam pelayanan Konseling Indonesia. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan terus menggali nilai-nilai kearifan lokal Indonesia untuk memperkaya khazanah filosofis dalam mengkonstruksi model salah satunya adalah Suluk Linglung Sunan Kalijaga yang memberikan ajaran sekaligus pandangan-pandangan yang mengandung nilai-nilai luhur dan dapat dimanfaatkan dalam pelayanan konseling. Fokus penelitian ini adalah (1) mengeksplorasi nilai-nilai yang terkandung dalam Suluk Linglung Sunan Kalijaga (2) Mengkaji Relevansi Nilai-Nilai Suluk Linglung Sunan Kalijaga sebagai Landasan Filosofis Konseling Indonesia dan (3) Merumuskan Implikasi Filosofis Nilai-Nilai Suluk Linglung Sunan Kalijaga sebagai Landasan Layanan Konseling Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif jenis heremeneutika kritis pada naskah asli Suluk Linglung Sunan Kalijaga. Instrumen utama penelitian ini adalah peneliti sebagai penafsir utama Suluk Linglung Sunan Kalijaga. Prosedur penelitian meliputi (1) analisis tekstual berdasarkan kajian tasawuf dan ahli suluk (2) penggalian realitas kritis dalam teks (3) penggalian makna kritis pada simbol-simbol yang ditemukan dan (4) interpretasi nilai-nilai suluk linglung sunan kalijaga. Setelah ditemukan nilai-nilai kemudian dirumuskan sebuah rumusan teroritik model konseling beradasarkan nilai-nilai suluk linglung sunan kalijaga. Hasil penelitian pada Suluk Linglung Sunan Kalijaga ditemukan Nilai Religius dan Spiritual meliputi (1) Esensi Tauhid (Akidah Islamiyah) (2) Akhlak kepada Allah (3) Akhlak kepada Sesama (4) Akhlak kepada Alam Sekitar (5) Akhlak kepada Diri Sendiri dan (6) Ikhlas. Selanjutnya Nilai Moral dan Etika meliputi (1) Jujur (2) Integritas (3) Ikhlas Bermasyarakat (4) Konsep Berpikir Divergen (5) Tatakrama dalam Kehidupan Sehari-Hari (6) Memahami Hak dan Kewajiban dan (7) Rendah Hati. Nilai Sosial meliputi (1) Cinta dan Kasih Sayang (2) Tanggung Jawab (3) Harmoni Hubungan Bermasyarakat dan Toleransi dalam Hidup dan (4) Tidak Malu Bertanya dan Nilai Kultural meleiputi (1) Pitekur/Tafakur (3) Tirakat/Tapa (5) Laku Ngidang (6) Pancamaya/Pancaretna/ Abramarkata (7) Narimo Ing Pandum (8) Ngudi Kasampurnan (9) Ngangsu Apikulan Warih (10) Tatakrama/Subo Sito/Unggah-Ungguh/Andhap Asor (11) Ngunduh Wohing Pakarti (12) Sendiko Dawuh (13) Adigang adigung adiguno dan (14) Ngluruk Tanpo Bolo Sugih Tanpo Bondo. Konstruksi Manusia Sehat dan Tidak Sehat sebagaimana ditemukan dalam Suluk Linglung meliputi (1) Manusia menyadari kodratnya sebagai makhluk ciptaan yang telah didesain oleh penciptanya (2) Manusia mampu mengendalikan hawa nafsu yang bersifat buruk agar tidak dikuasai keburukan (3) Pribadi kurang efektif jika terjebak pada pikiran tidak rasional yang menyebabkan manusia selalu berpikir negatif baik tentang dirinya sendiri orang lain maupun alam sekitarnya (4) Manusia yang sehat adalah manusia yang bisa menempatkan segala sesuatu sesuai dengan porsinya dan (5) Manusia yang ngudi kasampurnan dengan berusaha menjadi semakin baik dari hari ke hari. Konsep dan nilai yang dijadikan sebagai sebuah strategi untuk memahami masalah mendalami masalah dan mengatasi masalah yang dihadapi konseli melalui proses konseling meliputi (1) Pitekur/Tafakur/Muhasabah (2) Tirakat/Tapa (3) Melawan Nafsu/Laku Ngidang (4) Latihan Narimo ing Pandum dan (5) Ngangsu Apikulan Warih.